Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB): Wujudkan Mimpi Bersama Beasiswa Pendidikan Indonesia. Foto: YouTube
Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB): Wujudkan Mimpi Bersama Beasiswa Pendidikan Indonesia. Foto: YouTube

Beasiswa Pendidikan Indonesia

BPI, Pelaku Budaya Potensial Butuh Difasilitasi Pelatihan Bahasa Inggris

Pendidikan Kebudayaan Beasiswa Bahasa Inggris Beasiswa Pendidikan Indonesia
Citra Larasati • 30 April 2022 10:26
Jakarta:  Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) program S3 Pelaku Budaya untuk Jurusan Antropologi, University of Amsterdam, Saur Marlina Manurung berharap para tokoh budaya dari daerah yang potensial mendapat beasiswa agar difasilitasi pelatihan bahasa Inggris.  Hal ini untuk memperbesar peluang pelaku budaya mendapatkan beasiswa di luar negeri.
 
Menurut Marlina, saat ini banyak para pelaku budaya yang kesulitan mengakses tempat kursus bahasa Inggris.  “Jangan karena bahasa Inggrisnya tertinggal (akhirnya melewatkan kesempatan), padahal potensinya besar untuk mengembangkan budaya di daerahnya,” ungkap Marlina yang akrab disapa Butet ini dalam keterangan tertulis Kemendikbudristek, Sabtu, 30 April 2022.
 
Sebagai penerima beasiswa, ia menyampaikan manfaat dari keikutsertaannya beasiswa ini. “BPI ini sangat baru, namun harusnya sudah ada dari dulu,” ungkap Butet. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, kata Butet, ia bersama 25 teman-teman sesama pelaku budaya penerima beasiswa terus berinteraksi. "Saya merasa berada di habitat saya, yaitu habitat pelaku budaya, dan banyak mendapat pengetahuan baru dan cepat belajar karena bertemu teman-teman sesama penerima beasiswa pelaku budaya ini,” tuturnya. 
 
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) program gelar mulai 11 April-30 Juni 2022 mendatang. BPI memberikan kesempatan bagi pelaku budaya, guru, dan siswa untuk meningkatkan kapasitasnya melalui pemanfaatan Dana Abadi Pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
 
Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Kapuslapdik), Kemendikbudristek, Abdul Kahar berharap, semakin banyak masyarakat yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.  Kahar pun menyambut baik kerja sama LPDP dengan Kemendikbudristek dalam menjalankan BPI.
 
Sejak BPI diluncurkan tahun lalu, sebanyak 22.180 penerima beasiswa telah memanfaatkan program ini. Kahar mengungkapkan bahwa sebelumnya, para guru dan pelaku budaya masih harus berkompetisi dengan masyarakat umum untuk meraih beasiswa LPDP.
 
“Sekarang, perluasan beasiswa ini memberi kesempatan yang lebih luas bagi para dosen, guru, pelaku budaya, dan adik-adik kita yang berprestasi khusus,” tuturnya.
 
Kemendikbudristek bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan LPDP memperluas beasiswa ini untuk meningkatkan akses bagi target sumber daya manusia di bawah Kemendikbudristek.  "Baik guru, pelaku budaya, dan peserta didik agar semakin banyak khalayak yang memperoleh manfaat dari program ini,” lanjut Kahar.
 
Perluasan kerja sama antara Kemendikbudristek dengan LPDP dalam program BPI ini terdiri atas beasiswa gelar dan nongelar, contohnya adalah Beasiswa Kampus Merdeka. Beasiswa gelar diberikan bagi jenjang sarjana, magister, hingga doktoral.
 
Baca juga:  Catat! Tanggal Penting Seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia
 
Untuk S-1, Kemendikbudristek mengelola khusus untuk pelaku budaya di dalam negeri, calon guru SMK di dalam negeri, dan siswa berprestasi baik di dalam dan luar negeri. "Secara umum, untuk kebutuhan awardee Insyaallah terpenuhi dari beasiswa ini. Perbedaannya, mungkin hal-hal yang merupakan prasyarat. Contohnya, ke luar negeri butuh biaya visa, di dalam negeri tidak,” jelas Kahar. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif