Dalam dunia tulis-menulis, tanda baca bukan sekadar hiasan atau pelengkap. Tanda baca adalah ‘rambu lalu lintas’ yang mengatur pemahaman pembaca dalam menentukan di mana harus berhenti atau memberikan penekanan intonasi. Tanpa adanya aturan jelas, sebuah tulisan bisa berubah menjadi labirin yang menyesatkan.
Bayangkan jika Sobat Medcom membaca kalimat berikut, “kucing makan tikus mati”. Apakah kucingnya yang makan tikus dalam keadaan mati, atau kucingnya makan lalu tikusnya mati? Hanya dengan menambahkan koma, makna kalimat tersebut menjadi sangat berbeda.
Contoh sederhana ini membuktikan tanda baca memiliki kekuatan untuk mengubah konteks, struktur, hingga emosi dalam sebuah narasi dan membuat pesan tersampaikan secara akurat dan efektif.
Mengingat perannya yang sangat krusial, aturan penggunaan tanda baca wajib dipahami oleh siapa saja. Baik dalam penulisan laporan profesional, pesan singkat, hingga karya sastra, ketepatan tanda baca mencerminkan kualitas pemikiran penulisnya.
Oleh karena itu, yuk kulik bersama apa itu tanda baca, kegunaannya, dan fungsi tanda baca koma yang wajib Sobat Medcom ketahui!
Apa itu tanda baca?
Melansir laman Brain Academy, tanda baca adalah simbol-simbol khusus dalam penulisan yang berfungsi memperjelas arti, susunan, dan intonasi dalam sebuah kalimat. Contoh tanda baca yang sering digunakan meliputi titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), titik dua (:), titik koma (;), serta tanda kutip (" "). Keberadaan tanda baca ini membantu untuk menandai jeda, mengakhiri kalimat, dan memberikan penekanan pada bagian tertentu dalam tulisan.Kegunaan tanda baca
Tanda baca memiliki berbagai kegunaan penting, di antaranya:- Memberikan jeda saat membaca agar tulisan lebih mudah dimengerti
- Mengatur intonasi ketika membaca sebuah kalimat
- Menandai bagian kalimat yang perlu ditekankan atau ditonjolkan
- Memperjelas struktur kata dan kalimat supaya mudah dipahami
- Menunjukkan keteraturan dalam sebuah tulisan
Fungsi tanda koma
Mengutip unggahan akun Instagram @kemendikdasmen, berikut 14 fungsi tanda koma yang perlu diperhatikan:1. Memisahkan unsur dalam perincian
Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam perincian berupa kata, frasa, atau bilangan.Contoh: Telepon cerdas, komputer, dan Wi-Fi bukan barang mewah lagi.
2. Sebelum kata hubung pada kalimat majemuk pertentangan
Tanda koma digunakan sebelum kata penghubung seperti tetapi, sedangkan, melainkan, kendati, perihal, dan sebagainya.Contoh: Saya ingin membeli kamera, tetapi tidak paham spesifikasinya.
3. Memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat
Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului kalimat.Contoh: Jika diundang, saya akan datang
4. Tidak digunakan jika induk kalimat lebih dulu
Tanda koma tidak digunakan jika induk kalimat mendahului anak kalimat.Contoh: Saya akan datang jika diudang
5. Sesudah ungkapan penghubung antarkalimat
Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, dan sebagainya.Contoh: Anak itu rajin. Jadi, dia berhasil meraih juara satu.
6. Sebelum dan/atau sesudah kata seru dan sapaan
Tanda koma digunakan sebelum dan/atau sesudah kata seru seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.contoh: Wah, bukan main!
7. Memisahkan petikan langsung
Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.Contoh: kata nenek saya, “Berbagi itu mulia.”
8. Tidak digunakan jika petikan langsung diakhiri tanda tanya (?) atau tanda seru (!)
Contoh: “Di mana kamu tinggal?” tanya Pak Lurah.9. Memisahkan bagian alamat, tanggal, dan nama tempat/daerah
Contoh: Surabaya, 10 Mei 196010. Sesudah salam pembuka atau penutup surat
Tanda koma digunakan sesudah salam pembuka, seperti dengan hormat atau salam sejahtera. Serta salam penutup, seperti salam takzim atau hormat kami, dan nama jabatan penanda tangan surat.Contoh: dengan hormat,
11. Antara nama orang dan singkatan gelar akademis
Tanda koma digunakan di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri, nama keluarga, atau nama marga.Contoh: B. Ratulangi, S.E.B.
12. Sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen
Tanda koma digunakan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.Contoh: 12,5 m atau Rp500,50
13. Mengapit keterangan tambahan atau aposisi
Contoh: Soekarno, Presiden RI, pendiri Gerakan Nonblok14. Digunakan di belakang awal kalimat untuk menghindari salah pengertian
Contoh: dalam pengembangan bahasa Indonesia, kita dapat..Nah, Sobat Medcom itulah ulasan mengenai fungsi tanda baca koma. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News