SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School. Foto: Medcom/Citra Larasati
SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School. Foto: Medcom/Citra Larasati

Jadi Sekolah Garuda, SMA Cahaya Rancamaya Siapkan 'Jalan Pintas' Menuju Kampus Top Dunia

Citra Larasati • 15 Februari 2026 12:03
Ringkasnya gini..
  • SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School menjadi salah satu Sekolah Garuda Transformasi.
  • Untuk memperkuat pembelajaran ke depan, kata Ari, ke depan CRIBS akan mengakselerasi penguatan kurikulum berbasis Cambridge dan STEM.
  • Penetapan sebagai Sekolah Garuda tidak sembarangan. Pihak sekolah harus mengikuti sejumlah tahapan seleksi dan verifikasi yang super ketat.
Bogor:  Memasuki lobi utama SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, tampak tulisan di dalam standing banner yang tak seberapa besar, "Sekolah Garuda". Sebuah identitas baru, sekaligus penegas bahwa dari kaki bukit Rancamaya ini menjadi kawah candradimuka tempat lahirnya bakal calon-calon generasi emas Indonesia yang disiapkan sayapnya untuk terbang tinggi ke pentas dunia.
 
SMA Cahaya Rancamaya berdiri bersama di dalam barisan sekolah-sekolah terbaik yang juga terpilih dalam program ini, seperti SMAN 10 Fajar Harapan (Banda Aceh), SMA Unggul DEL – Sumatera Utara, MAN Insan Cendekia (Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan), SMAN Unggulan M.H. Thamrin (DKI Jakarta), SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah), SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), SMAN Banua (Kalimantan Selatan), SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur), MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo), SMAN Siwalima Ambon (Maluku), SMA Averos (Papua Barat Daya).
 
Di balik rindang dan sejuknya perbukitan, mentari pagi menyinari kompleks SMA Cahaya Rancamaya dengan kehangatan yang istimewa. Sejumlah siswa yang masih berseragam tengah asyik di lapangan, mengadu kebolehan mengoper hingga melambungkan bola basket melintasi ring bundar. 

Hari itu bukan hari biasa bagi keluarga besar SMA Cahaya Rancamaya. Sebuah kabar menggembirakan kembali disampaikan kepada sejumlah jurnalis yang tengah berkunjung. Sekolah ini resmi ditetapkan sebagai bagian dari Program Sekolah Garuda Transformasi sejak awal 2025.
 
Sebuah pengakuan prestisius yang tak hanya membanggakan warga sekolah, tetapi juga menegaskan komitmen lembaga ini dalam mencetak generasi emas yang siap menaklukkan universitas-universitas terkemuka dunia.
 
Rasanya tidak berlebihan jika SMA Cahaya Rancamaya menjadi bagian dari salah satu program strategis di bidang pendidikan Presidan Prabowo Subianto tersebut. Suasana unggul memang sudah terasa sejak setiap tamu memasuki di setiap lobi gedung di sekolah tersebut.
 
Deretan piagam, medali, hingga piala berbagai penghargaan tersusun rapi, turut menyambut tamu yang datang. "Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi kami," ujar Kepala SMA Cahaya Rancamaya, Sandra Susanto saat ditemui di SMA Cahaya Rancamaya, Bogor, pekan lalu. 
 
"Penetapan sebagai Sekolah Garuda bukan sekadar label, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka jalan seluas-luasnya bagi siswa-siswi kami untuk bisa bersaing di kancah global," kata Sandra.
 
Jadi Sekolah Garuda, SMA Cahaya Rancamaya Siapkan Jalan Pintas Menuju Kampus Top Dunia
Lobi SMA Cahaya Rancamaya Boarding School. Foto: Medcom/Citra Larasati

Jalan Emas Menuju Universitas Dunia

Sandra menjelaskan, Program Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang dengan kuota nasional sekitar 1.000 calon mahasiswa yang dipersiapkan secara intensif untuk menembus perguruan tinggi terbaik dunia.
 
"Program ini memperkaya kurikulum kami melalui penguatan kemampuan IELTS, SAT, dan berbagai proyek kolaboratif," terang Sandra.
 
"Yang paling membedakan adalah adanya pendampingan khusus untuk pembuatan portofolio dan penulisan esai, yang akan terus kami dampingi hingga para siswa benar-benar memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan mereka," terangnya
 
Di atas meja kerjanya, Sandra menunjukkan beberapa berkas tebal berisi panduan dan modul khusus yang akan digunakan dalam program tersebut. Pembinaan, kata dia, dilakukan melalui dua skema.
 
Pertama, jalur langsung bagi siswa yang sudah memenuhi persyaratan akademik dan bahasa. Kedua, jalur intensif bagi siswa yang masih membutuhkan penguatan di bidang-bidang tertentu.
 
"Yang membanggakan, program ini bersifat pengayaan dan dilaksanakan di luar pembelajaran reguler, sehingga tidak mengubah kurikulum sekolah yang sudah berjalan dengan baik," tambahnya.
 
Tujuannya pun jelas: melahirkan siswa yang mampu bersaing secara global dan lolos ke universitas terbaik dunia.

Jejak Prestasi yang Mendunia

Sore harinya, tim wartawan diajak berkeliling ke area sekolah yang asri. Di salah satu sudut, beberapa siswa sedang asyik berdiskusi di bawah pohon rindang. Mereka adalah sebagian dari sekian banyak siswa CRIBS yang telah membuktikan kualitas pendidikannya.
 
Hingga kini, lulusan Cahaya Rancamaya telah diterima di berbagai universitas bergengsi dunia. Sebut saja Cornell University di Amerika Serikat, National University of Singapore (NUS), University of Sydney dan Monash University di Australia, hingga KU Leuven di Belgia. Di dalam negeri, alumninya juga banyak diterima di UI, ITB, UGM, IPB, ITS, dan sejumlah kampus terkemuka lainnya.

Seleksi Ketat

Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya, Ari Rosandi menambahkan, penetapan sebagai Sekolah Garuda tidak sembarangan. Pihak sekolah harus mengikuti sejumlah tahapan seleksi dan verifikasi yang super ketat.  Tak luput, rekam jejak prestasi sekolah dan sistem asrama yang dimiliki SMA Cahaya Rancamaya pun turut "dipelototi" oleh tim penyeleksi. 
 
"Tim verifikasi dari kementerian datang langsung, melihat fasilitas, mewawancarai guru dan siswa, serta meneliti kurikulum dan metode pembelajaran kami," kenang Ari. "Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan kami dinyatakan lolos," terangnya.
 
Penetapan ini tentunya juga berdampak positif terhadap sekolah. SMA Cahaya Rancamaya kian diminati calon siswa pada pembukaan pendaftaran periode lalu. Minat pendaftar meningkat hingga tiga kali lipat. 
 
"Biasanya kami menerima sekitar 58 siswa baru per tahun, tapi tahun ini minat pendaftar meningkat hingga tiga kali lipat. Akhirnya kami memutuskan menaikkan kuota penerimaan menjadi 120 siswa," ujarnya.

STEM Jadi Fondasi Sejak Dini

Untuk memperkuat pembelajaran ke depan, kata Ari, ke depan CRIBS akan mengakselerasi penguatan kurikulum berbasis Cambridge dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), pemanfaatan teknologi berbasis AI, serta penguatan pendidikan karakter dalam kultur berasrama. "Kami tidak hanya ingin siswa pintar secara akademik, tapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan global," tegasnya.
 
Sehingga tidak mengejutkan jika ke depan, di laboratorium sekolah yang nyaman dan modern, siswa-siswa bakal makin asyik melakukan berbagai percobaan sains.  Meja-meja laboratorium juga akan dipenuhi dengan peralatan, sementara sejumlah siswa lain sibuk mencatat hasil pengamatan mereka.
 
Pemandangan yang sebenarnya bukan hal baru di SMA Cahaya Rancamaya. "Lab di sekolah ini tidak pernah kosong. Kami tekankan STEM sejak awal. Proyek sains itu kami stimulasi ke siswa, dan kami terus mendorong mereka untuk ikut berbagai lomba," bebernya.
 
Di tengah terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian masif, dunia pendidikan dituntut untuk melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing. Tidak lagi sekadar menghafal, tapi mampu membentuk cara berpikir kritis dan menghasilkan inovasi. Karenanya, metode pembelajaran STEM menjadi sesuatu yang penting untuk diterapkan di sekolah.
 
Metode pembelajaran STEM ini diterapkan sejak siswa menginjak kelas 7 hingga 12. Tradisi STEM ini juga secara konsisten terus ditanamkan kepada siswa, agar terbentuk kultur akademis berbasis saintifik yang kuat di kalangan siswa.
 
"Ide-ide sederhana dari para siswa kemudian ditangkap dan diarahkan oleh para guru, kemudian dicarikan jurnal-jurnal pendukungnya dari dalam dan luar negeri. Jadi sejak dini, siswa sudah terbiasa dengan jurnal ilmiah," paparnya.
 
Jadi Sekolah Garuda, SMA Cahaya Rancamaya Siapkan Jalan Pintas Menuju Kampus Top Dunia
Suasana belajar di dalam kelas. Foto: Medcom/Citra Larasati
 
Sekolah meyakini, pembelajaran STEM yang tepat menjadi senjata ampuh dalam menanamkan fondasi kuat bagi siswa di masa depan. "Dalam berbagai lomba, kami tidak semata mengejar juara. Tapi ketika anak sudah menghasilkan produk, artinya mereka sudah menggunakan daya pikir kritis mereka. Ini menjadi modal awal yang sangat berharga untuk menghadapi jenjang selanjutnya," tandasnya.

Integrasi STEM dalam Silabus

Sementara itu Kepala SMP Cahaya Rancamaya, Irwansyah menjelaskan bahwa STEM di SMA CRIBS tak sekadar kegiatan tambahan, bukan pula sebatas pelengkap menu utama. Melainkan masuk ke dalam setiap denyut dan sendi kurikulum dan silabus pembelajaran.
 
"Jadi sejak dini mereka sudah terstimulasi STEM, termasuk juga pengenalan AI dan coding. Kami sengaja membentuk lingkungan yang benar-benar berbasis STEM," kata Irwansyah sambil menunjukkan beberapa proyek siswa yang dipajang di lorong sekolah. Ada robot sederhana, alat pendeteksi polusi udara mini, hingga purwarupa sistem irigasi otomatis.
 
Menjelang kami pulang, para siswa pun tampak bersiap menuju asrama masing-masing, suasana sekolah perlahan menjadi sunyi. Namun di balik kesunyian itu, ribuan asa dan mimpi terus dipupuk 
 
"Kami berharap dengan adanya program ini, semakin banyak siswa Indonesia yang bisa kuliah di universitas-universitas terbaik dunia. Mereka nantinya akan kembali dengan ilmu dan pengalaman yang luas, dan bersama-sama membangun negeri ini menjadi lebih baik," tutupnya
 
Baca juga:  Anak Kedua Anies Lulus dari UI, Begini Profil dan Jejak Pendidikan Mikail Azizi Baswedan


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan