Kuliah. DOK Medcom
Kuliah. DOK Medcom

Charles Darwin University Batalkan Rencana Pembukaan Kampus di London

Renatha Swasty • 04 Maret 2026 21:03
Ringkasnya gini..
  • Pihak kampus menyatakan meskipun persiapan di London sudah berjalan, mereka kini harus lebih memprioritaskan tugas-tugas di rumah sendiri.
  • Pihak CDU menegaskan prioritas mereka sekarang adalah fokus pada kegiatan di Northern Territory.
  • Universitas melaporkan telah menghabiskan dana sekitar AUD1,9 juta (setara Rp19 miliar) untuk biaya persiapan.
Jakarta: Charles Darwin University (CDU), yang dikenal sebagai universitas paling terpencil di Australia, resmi membatalkan rencana ambisius mereka untuk membuka kampus cabang di London, Inggris. Keputusan ini diambil setelah mereka melakukan analisis risiko mendalam.
 
Pihak kampus menyatakan meskipun persiapan di London sudah berjalan, mereka kini harus lebih memprioritaskan tugas-tugas di rumah sendiri, yaitu di wilayah Northern Territory, Australia.
 
Keputusan ini diumumkan empat hari setelah rektor Scott Bowman mengundurkan diri akibat masalah akreditasi di divisi pelatihan universitas dan tiga bulan setelah ilmuwan sosial Jodie Duignan-George ditunjuk mengelola cabang di London.

Mengutip laman Times Higher Education, rencana awal yang dipublikasikan Oktober lalu bertujuan menawarkan program Magister (S2), dimulai dari bidang keamanan siber serta manajemen pendidikan dan kesehatan dengan sistem belajar yang sangat fleksibel.
 
Gelar-gelar tersebut dirancang khusus untuk para profesional dan sebagian besar akan disampaikan secara daring. Mahasiswa bisa mendaftar kapan saja dalam setahun dan belajar sesuai keinginan masing-masing, dengan dukungan sesi tatap muka (masterclass) di kampus cabang yang berada London Timur dan seharusnya dibuka tahun ini.
 
Melalui pernyataan resmi tertanggal 27 Februari, pihak universitas menjelaskan inisiatif tersebut kini akan tetap berada pada fase praoperasional. Pihak CDU menegaskan prioritas mereka sekarang adalah fokus pada kegiatan di Northern Territory guna menjaga stabilitas dan ketahanan institusi.
 
Pihak manajemen memastikan hingga saat ini belum ada mahasiswa yang mulai belajar, kegiatan mengajar belum berjalan, dan tidak ada komitmen jangka panjang seperti kontrak sewa gedung yang telah ditandatangani.
 
Universitas melaporkan telah menghabiskan dana sekitar AUD1,9 juta (setara Rp19 miliar) untuk biaya persiapan, termasuk jasa profesional, pemasaran, pembuatan kurikulum, dan gaji staf. Namun, mereka mengeklaim pengembangan program gelar fleksibel ini tetap akan memberikan manfaat untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan mereka di Australia.
 
Pada bulan November lalu, saat CDU mengumumkan penunjukan pimpinan cabang Inggris, universitas sempat menyatakan minat pendaftar untuk program gelar Magister di London mulai terlihat meningkat.
 
Duignan-George, yang memiliki riwayat kerja sama dengan Bowman di universitas lain, awalnya ditugaskan untuk membangun jaringan kemitraan CDU di Inggris, mencari peluang bisnis baru, serta menghubungkan basis di Inggris dengan kampus-kampus di Australia.
 
Bowman sendiri dikenal memiliki pengalaman mendirikan kampus cabang di Singapura dan Indonesia. Tahun lalu, ia mengungkapkan langkah ke Inggris diambil karena kebijakan pemerintah Australia yang membatasi mahasiswa asing masuk ke dalam negeri, sehingga CDU harus mencari sumber pendapatan di luar negeri.
 
Ia berpendapat demi memberikan pendidikan berkelas dunia bagi warga di Northern Territory, universitas perlu meningkatkan pendapatan dengan cara mengekspor pengalaman pendidikan tinggi mereka yang unik ke mancanegara.
 
Setelah masa kepemimpinannya, mantan Ketua Mahkamah Agung Northern Territory, Trevor Riley, mengambil alih posisi sebagai Chancellor. Belakangan ini, Bowman juga mendapat kritik dari Menteri Pendidikan setempat karena dianggap tidak segera melaporkan masalah akreditasi universitas, padahal isu tersebut sudah muncul delapan minggu sebelumnya.
 
Kepala Wilayah atau Chief Minister Northern Territory, Lia Finocchiaro, turut mengkritik keras rencana ekspansi ke Inggris setelah mundurnya Bowman. Ia menyatakan keheranannya atas keputusan tersebut dan meragukan langkah itu bisa menjadi solusi pendapatan yang efektif bagi universitas.
 
Ia menekankan pentingnya menyediakan jalur pendidikan bagi generasi muda daerah agar bisa bekerja di wilayah mereka sendiri, mengingat mayoritas mahasiswa CDU adalah warga lokal. Ia juga mengingatkan bahwa fokus yang terlalu terbagi dapat mengakibatkan kinerja institusi menjadi tidak maksimal.
 
Finocchiaro menegaskan keinginannya agar universitas lebih bersinergi dengan program ekonomi pemerintah, khususnya pada sektor-sektor utama seperti pertanian, pertahanan, energi, pertambangan, dan pariwisata. (Talitha Islamey)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan