Pengukuhan guru besar USK. Foto: USK
Pengukuhan guru besar USK. Foto: USK

Pengukuhan 6 Profesor Baru USK 2026, Diminta Terus Jaga Integritas

Citra Larasati • 12 Mei 2026 16:25
Ringkasnya gini..
  • USK resmi mengukuhkan 6 profesor baru. Gelar akademik tertinggi ini adalah awal tanggung jawab intelektual yang berat.
  • MWA USK ingatkan soal integritas. Jika kampus kehilangan muruahnya, kepercayaan publik pada ilmu pengetahuan akan hancur.
  • Di era yang pragmatis, profesor dituntut jadi teladan moral dan penuntun masyarakat, bukan sekadar monumen karier.
Jakarta: Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencetak sejarah dengan mengukuhkan enam profesor baru. Sidang Terbuka Senat Akademik tak hanya sekadar ajang perayaan seremoni, tetapi juga momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen dan moral akademik para cendekiawan.
 
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si., mengingatkan, menyandang gelar profesor bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan karier. Sebaliknya, posisi ini merupakan gerbang menuju tanggung jawab intelektual dan sosial yang jauh lebih menantang.
 
Teaching is more than imparting knowledge: it is inspiring change. Learning is more than absorbing facts: it is acquiring understanding,” kutipnya dari William Arthur Ward, untuk memotivasi para guru besar baru, dikutip dari siaran pers USK, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Safrizal, keilmuan yang dimiliki tidak seharusnya berhenti sebatas piala kebanggaan akademik di lingkungan kampus. “Ilmu bukan sekadar capaian monumen karier akademik yang menjulang tinggi laksana mercusuar, sebaliknya ia bak tetes embun yang membasahi kerontangnya tanah di musim kemarau. Menjadi satu entitas yang cerah dan mencerahkan, dan entitas yang hidup dan menghidupi,” ujarnya.
 
Pesan paling menohok dari Safrizal ditujukan pada pentingnya menjaga muruah dan kejujuran. Di era modern yang serba cepat ini, godaan pragmatisme sangat tinggi, sehingga integritas akademik adalah harga mati.
 
“Jagalah integritas akademik setinggi-tingginya. Karena ketika kampus kehilangan integritasnya, maka runtuhlah kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. Di tengah dunia yang semakin pragmatis, profesor harus tetap menjadi teladan moral, penjernih di tengah kegaduhan, dan penuntun ketika masyarakat kehilangan arah,” tegasnya.
 
Dalam momen haru tersebut, apresiasi mendalam juga diberikan kepada keluarga yang selalu menjadi support system tangguh di balik layar panggung akademik. “Sesungguhnya profesor tidak pernah lahir sendirian. Di belakang setiap ilmuwan besar, selalu ada keluarga yang ikut berjuang dalam diam,” katanya.
 
Keenam guru besar baru yang dikukuhkan mewakili berbagai disiplin ilmu, yakni Prof. Dr. Zumaidar (Biologi Tumbuhan), Prof. Dr. rer.nat Ilham Maulana (Kimia Anorganik), Prof. Dr. Vivi Silvia (Ekonomi Mikro), Prof. Dr. Rizwan (Teknik Galangan Kapal), Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria (Radiologi Intervensi), dan Prof. Dr. Drs. Ir. Tarmizi (Matematika Komputasi).
 
Acara ini turut disaksikan langsung oleh Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Ir. Abubakar, jajaran Forkopimda Aceh, tokoh masyarakat, serta ratusan mahasiswa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA