Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen), Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani . Foto: Zoom
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen), Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani . Foto: Zoom

Merdeka Belajar Episode 6

Pedoman Tiga Skema Baru Pendanaan Kampus Telah Terbit

Pendidikan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim Kampus Merdeka Merdeka Belajar
Citra Larasati • 12 November 2020 12:17
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan pedoman untuk tiga skema baru transformasi pendanaan perguruan tinggi yang menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Episode 6. Pedoman tersebut merupakan turunan dari Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) nomor 754 tahun 2020.
 
"Panduan IKU (Indikator Kinerja Utama) baru keluar. Jadi bisa dipelajari. Begitu juga panduan untukmatching funddancompetitive fundsudah keluar dan baru diunggah," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen), Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani dalam 'FGD Strategi Publikasi Kegiatan Peluncuran Akbar Platform Kedai Reka' Kamis, 12 November 2020.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat tiga program transformasi pendanaan yang diluncurkan Kemendikbud melalui kebijakan Merdeka Belajar Episode 6. Pertama, Kemendikbud mengeluarkan parameter untuk perguruan tinggi yang diberi nama Indikator Kerja Utama (IKU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


IKU sendiri terdiri dari delapan parameter kinerja utama yang berkaitan dengan langkah perubahan sistem pendidikan tinggi. IKU bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa dan dosen yang unggul, utamanya dalam riset.
 
Ke depan pendanaan perguruan tinggi akan diberikan dalam bentuk biaya operasional yang mendorong tercapai IKU tersebut.Pencapaian delapan IKU perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud di antaranya adalah lulusan pendidikan tinggi mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus.
 
Selain itu juga akan dinilai hasil kerja dosen berguna bagi masyarakat dan diakui internasional, program studi kampus berkerja sama dengan mitra kelas dunia, kelas bersifat kolaboratif dan partisipatif, serta program studi berstandar internasional.“Kedelapan IKU tersebut sejalan dengan harapan Presiden RI dan Mas Menteri untuk menciptakan sumber daya manusia unggul dalam merespons tantangan transformasi di masa depan,” ucap Paris.
 
Kedua, Kemendikbud juga mengakselerasi kontribusi industri untuk pengembangan pendidikan dan penelitian. Program ini diberi namamatching fund.
 
Baca juga:Merdeka Belajar Episode 6 Diluncurkan, Transformasi Pendanaan Perguruan Tinggi
 
Tujuannya untuk mendampingi dan memadankan kontribusi industri terhadap perguruan tinggi. Kalau industri sebagai mitra berkontribusi, Kemendikbud juga melakukanmatching funduntuk membantu kontribusi tersebut.
 
Ketiga, Kemendikbud membuat sistem pendanaan yang disebutcompetitive fund.Hal ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan terobosan-terobosan program pendidikan tinggi.
 
Untuk itu, kata Paris, Kemendikbud menyiapkan total anggaran sebesar Rp350 miliar untuk skema pembiayaan insentif IKU, Rp250 miliar untukmatching fund,dan Rp500 miliar untukcompetitive fund.Paris berharap ketiga skema baru pendanaan perguruan tinggi ini daat menjadi nilai tambah bagi perguruan tinggi untuk mengoptimalkan diri dalam mencapai delapan IKU yang ditetapkan.
 
"Ini sejarah baru bagi pendidikan tinggi, telah tercipta melalui tiga skema pendanaan yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas SDM unggul dalam mewujudkan Kampus Merdeka Indonesia Jaya," kata Paris.
 
Pada yang sama, Ade Kadarisman selaku Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti menyampaikan, bahwa berbagai reka cipta yang telah dilakukan oleh perguruan tinggi sudah dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri melalui platform Kedai Reka.
 
“Kami meyakini bahwa dengan adanya platform Kedai Reka serta dukungan pendanaan pemerintah akan berdampak pada meningkatnya akselerasi kerja sama industri dan dunia kampus serta pemulihan ekonomi nasional pascacovid-19,” ujarnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif