UTBK SBMPTN di Unesa. DOK Unesa
UTBK SBMPTN di Unesa. DOK Unesa

Datang Terlambat, 1 Peserta UTBK SBMPTN di Unesa Gagal Ikut Ujian

Renatha Swasty • 18 Mei 2022 09:48
Jakarta: Sebanyak 988 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sesi pertama di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa, 17 Mei 2022. Ujian berjalan lancar dan aman.
 
Berdasarkan data, mestinya 1.065 peserta mengikuti ujian pada sesi satu. Namun, 76 peserta tidak hadir ujian tanpa keterangan.
 
Selain itu, ada 1 peserta gagal mengikuti ujian karena terlambat hadir di lokasi melebihi waktu toleransi yang ditentukan. Salah satu panitia UTBK Unesa, Awang Dharmawan, mengungkapkan peserta yang didiskualifikasi tersebut berasal dari Bojonegoro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demi mengikuti tes, dia bertolak dari daerahnya ke Surabaya sebelum hari ujian berlangsung. Dia menginap di salah satu penginapan kawasan Gubeng.
 
Namun, pada pagi hari peserta tersebut kurang fit. Sehingga, bimbang berangkat mengikuti tes atau tidak.
 
Setelah penuh pertimbangan, peserta tersebut memutuskan berangkat dengan salah satu teman asal daerahnya yang juga mengikuti tes UTBK di Unesa. Namun, peserta yang terlambat ini lokasi ujian di Unesa Kampus Lidah Wetan, sementara itu temannya di Kampus Ketintang. Keduanya berangkat dari penginapan sekitar pukul 06.30.
 
Jarak tempuh kawasan Gubeng ke Ketintang sekitar 7 km, sehingga peserta yang mengikuti tes di Ketintang sempat terlambat, tetapi tidak lebih dari 30 menit dan bisa mengikuti ujian. Sementara itu, peserta yang mesti tes di Kampus Lidah Wetan sedikit lebih jauh atau 12 km, dan baru sampai di lokasi tes sekitar pukul 07.28.
 
Sementara itu, waktu toleransi yang ditentukan yaitu 07.15. Peserta tersebut terlambat sekitar 13 menit.
 
“Toleransi keterlambatan peserta yaitu 30 menit. Itu dihitung mulai 06.45 hingga 07.15. Sesuai ketentuan dari pusat, peserta yang terlambat dari waktu toleransi tentu akan didiskualifikasi,” kata Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, Satuan Admisi Unesa itu.
 
Ketua Satuan Admisi Unesa Sukarmin menyebut keterlambatan peserta tersebut terjadi pada sesi pertama UTBK. Sementara itu, sesi kedua masih belum ada laporan.
 
Sukarmin mewanti-wanti peserta UTBK untuk memperhatikan betul-betul lokasi ujian dan jarak tempuh dari kediaman atau penginapan ke lokasi ujian. Peserta harus hadir 30 menit lebih awal dari waktu ujian dimulai. Hal itu agar tidak tergesa-gesa dan punya waktu menenangkan diri sebelum tes dimulai.
 
“Perlengkapan yang dibawa saat ujian, siapkan pada malamnya dan satukan di tempat yang mudah dijangkau, sehingga ketika pagi tinggal berangkat. Semoga ini yang terakhir dan tidak ada peserta yang terlambat lagi di sesi berikutnya,” kata dia.
 
Sukarmin menyebut UTBK di Unesa berjalan lancar dan aman. Dia mengatakan tidak terjadi kendala baik dari sisi prokes, jaringan, listrik, maupun komputer.
 
Sementara itu, dari segi pengawas kehadiran baik dan tidak sampai memotong waktu pelaksanaan. Sirkulasi pengantar aman dan diberlakukan satu arah di dalam kampus.
 
Sedangkan, kesiapan peserta baik. Dia menyebut ketika peserta masuk, membawa identitas yang disyaratkan dan mematuhi prokes.
 
“Peserta selain menunjukan bukti hasil tes dan surat keterangan sehat, juga tes suhu tubuh dan melewati metal detector,” ujar dia.
 
Sukarmin menyebut terdapat 44 ruangan yang terbagi atas 23 ruangan di lokasi Unesa Ketintang, 16 ruangan di Unesa Lidah Wetan, dan 5 ruangan di lokasi UNUSA yang di setiap ruangan terdapat unit komputer cadangan jika terdapat kendala. Jumlah pengawas yang menjaga UTBK sebanyak 60 orang terdiri atas 29 pengawas di lokasi Ketintang, 25 pengawas di Kampus Lidah Wetan, dan 6 pengawas di UNUSA.
 
Dia menyebut pengecekan protokol kesehatan peserta UTBK tetap berjalan dan dikontrol tim SMCC Unesa, seperti cek suhu tubuh, mencuci tangan sebelum masuk gedung dan memakai hand sanitizer sebelum masuk ruangan, mengganti masker yang baru, serta mengecek bukti vaksin kemudian peserta diarahkan memasuki ruang ujian.
 
“Pelayanan tersebut akan kami pertahankan dan kami tingkatkan,” tutur dia.
 
Sukarmin mengatakan seminggu sebelum pelaksanaan UTBK, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk memastikan kelancaran jaringan dan stabilitas listrik selama tes berlangsung. Termasuk, mengecek dan memastikan kabel-kabel dan utilitas yang mengarah ke Unesa aman dari hujan, angin, maupun pohon tumbang.
 
“Saya tegaskan lagi kepada peserta, hadirlah lebih awal di lokasi ujian. Karena tidak tahu di jalan lancar apa macet. Lebih awal lebih baik. Kemudian, siapkan perlengkapan ujian sehari sebelumnya. Paginya tinggal berangkat. Semoga lancar dan hasil sesuai harapan," kata dia.
 
Baca: Gap Year, Peserta UTBK Ini Sebut Soal Tahun Ini Lebih Sulit
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif