Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala

Anggaran Pendidikan Daerah Harusnya di Luar DAK

Pendidikan sekolah ambruk Anggaran Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 08 November 2019 19:17
Jakarta: Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda menilai, seharusnya anggaran pendidikan dihitung di luar Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran pendidikan yang diamanatkan oleh Undang-undang adalah 20 persen murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB).
 
"Bagusnya APBD dihitung 20 persen di luar DAK ini," kata Syaiful kepada Medcom.id, Jakarta, Jumat, 10 November 2019.
 
Hal tersebut harus dipenuhi, demi peningkatan kualitas pendidikan. Sehingga bisa menghasilkan manusia yang menjadi tumpuan masa depan bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini, kata Huda, membutuhkan political will atau kemauan dari Pemerintah Daerah (pemda) dalam menjalankan amanat Undang-Undang. Pada UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 49 ayat 1 berbunyi: Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20 persen dari APBD.
 
"Karena itu kami dorong political will dari bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota. Ini soal komitmen yang enggak ada ruginya ini proyek masa depan bangsa ini," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.
 
Berdasarkan Neraca Pendidikan Daerah (NPD) 2018, jika dilihat anggaran pendidikan yang murni dari 20 persen dari APBD di luar DAK ataupun transfer daerah hanya dipenuhi oleh beberapa daerah. Di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir (23.79%), Provinsi Sumatera Barat (21.70%), Kabupaten Pemalang (21.11%) Kabupaten Bogor (21.00%), Kabupaten Kutai Kartanegara (20.29%) Kabupaten Bangli (20.20%) dan Kabupaten Bandung (20.05%).
 
Neraca Pendidikan sendiri merupakan platforminformasi potret kinerja pendidikan di daerah. Platform ini digagas oleh Anies Baswedan yang saat itu menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif