Calon siswa didampingi wali murid melakukan pendaftaran PPDB secara online di SMAN 2 Depok, Depok, Jawa Barat, MI/Bary Fathahilah.
Calon siswa didampingi wali murid melakukan pendaftaran PPDB secara online di SMAN 2 Depok, Depok, Jawa Barat, MI/Bary Fathahilah.

Tujuan Sistem Zonasi Dicemaskan Tak Tercapai

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Intan Yunelia • 30 April 2019 09:09
Jakarta: Untuk mengantisipasi kurangnya daya tampung sekolah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan Sistem Zonasi, Dinas Pendidikan masing-masing wilayah menawarkan sejumlah solusi berbeda. Namun solusi tersebut justru dinilai jauh dari tujuan semangat Sistem Zonasi.
 
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Krishnamurti mengatakan, solusi yang ditawarkan satu daerah dengan daerah lain dapat berbeda. Ia menyebutkan, ada yang melakukan relokasi siswa ke sekolah negeri lain yang berada di luar zonasi.
 
Kemudian ada pula yang bekerja sama dengan sekolah swasta untuk menampung siswa-siswa tersebut. “Beberapa hal di atas menunjukkan tujuan Sistem Zonasi tidak tercapai sepenuhnya," kata Indra di Jakarta, Selasa, 30 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, pada praktiknya masih ada siswa yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk bersekolah. Siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu juga menjadi tetap terbebani dengan biaya yang diminta sekolah swasta.
 
Padahal salah satu tujuan diberlakukannya sistem zonasi dalam PPDB ini di antaranya untuk menghilangkan persaingan antarsekolah negeri dan siswa. Hal ini dilakukan karena kriteria penerimaan siswa maupun status sekolah favorit bukanlah berdasarkan kompetensi, melainkan jarak.
 
Ditambah lagi, dengan segala ketidaksiapan sekolah negeri dalam memenuhidemand, sekolah swasta pun terkena imbasnya. Sekolah negeri dan swasta (dalam tingkat tertentu) seperti tidak perlu bersaing satu sama lain,tohmurid yang masuk juga pasti akan selalu ada.
 
"Ada kesan ‘hadiah tak bersyarat’ yang didapatkan oleh sekolah, sehingga persaingan dalam menyediakan layanan pendidikan tidaklah perlu," imbuhnya.
 
Padahal, kompetisi dengan tujuan untuk meningkat mutu pendidikan sudah tidak bisa dihindari. Kompetisi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi biaya, mutu, serta mendorong inovasi sebuah produk atau layanan.
 
Kompetisi antarsekolah dalam menyediakan layanan pendidikan sangatlah penting bagi pertumbuhan pendidikan itu sendiri.Dengan ketidaksiapan sekolah negeri dalam menanggung konsekuensi sistem zonasi, pemerintah perlu mengimplementasikan sistem ini secara bertahap.
 
Penerapan kebijakan ini bisa dimulai dari wilayah-wilayah yang minim ketimpangansupplydan
demand-nya. Kemudian seiring dengan perbaikan, ketimpangan di wilayah lain semakin melebarkan pemberlakuan sistem zonasi ini.
 
"Dengan begitu, pemerataan sekolah negeri akan berjalan sesuai dengan tujuan tanpa memberi imbas kepada persaingan sekolah swasta," ujarnya.
 
Penerapan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan memasuki tahun kedua di tahun ajaran 2019/2020. Berbagai pro dan kontra mengiringi pelaksanaan sistem zonasi.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam sebuah kesempatan mengatakan, sistem zonasi yang diberlakukan sejak proses PPDB tahun ajaran 2018/2019 memiliki beberapa tujuan utama. Yaitu menjamin layanan akses pendidikan bagi siswa, menghilangkan status sekolah (negeri) favorit dan nonfavorit serta meminimalisir jarak tempuh siswa dari rumah ke sekolah.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif