Baik ISBN dan ISSN dapat membantumu dalam pencarian buku, termasuk dalam proses penjualan. Tak hanya itu, ISBN dan ISSN juga digunakan sebagai data distribusi buku sehingga visibilitas dan aksesbilitas buku akan meningkat.
Namun, ISBN dan ISSN memiliki perbedaan. ISBN adalah kode unik yang diberikan kepada setiap buku yang diterbitkan. ISBN terdiri dari 13 digit angka unik.
Beda halnya dengan ISSN adalah kode untuk setiap penerbitan berkala, seperti majalah, jurnal, atau surat kabar. ISSN terdiri dari 8 digit angka unik untuk setiap terbitan.
Melansir unggahan Instagram @penerbitbukudeepublish berikut perbedaan ISBN dan ISSN:
ISBN
- Digunakan untuk buku
- Diajukan ke Perpustakaan Nasional
- Nomor berbeda untuk setiap edisi atau cetakan buku
- Wajib diajukan oleh penerbit resmi, tidak bisa individu
- Jika isi buku diedit setelah ISBN keluar, maka harus mengajukan ISBN baru
- Terdiri dari 13 angka unik
ISSN
- Digunakan untuk jurnal, publikasi berkala seperti majalah
- Diajukan ke PDII LIPI (Pusat Dokimendasi dan Informasi Ilmiah)
- Nomor ISSN tetap sama meskipun ada edisi baru dari jurnal yang sama
- Bisa diajukan oleh pengelola jurnal atau penerbit jurnal
- Tidak berubah meskipun konten jurnal diperbaharui di edisi selanjutnya
- Terdiri dari 8 digit angka unik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News