Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim. Medcom.id/Husen Miftahudin
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim. Medcom.id/Husen Miftahudin

Anggap Covid-19 Flu Biasa, Masyarakat Keras Kepala Tetap Ingin PTM

Ilham Pratama Putra • 02 Agustus 2022 11:13
Jakarta: Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menyebut ada tren orang tua dan siswa lebih senang menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM). Terlebih, kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ) tak pernah terselesaikan.
 
Saat ini, pemerintah memberikan izin PTM 100 persen. Hal ini membuat warga pendidikan lebih terdorong menjalankan PTM.
 
Namun, banyak masyarakat tak mau kembali PJJ ketika kasus covid-19 kembali naik. Kasus covid019 saat ini dianggap seperti kasus flu biasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisinya masyarakat itu berpikir kalau covid-19 itu selesai, seperti flu biasa. Itu banyak saya terima respons kawan-kawan," kata Satriwan kepada Medcom.id, Selasa, 2 Agustus 2022.
 
Satriwan menyebut hal ini membuat warga pendidikan menganggap PTM keniscayaan. Warga pendidikan juga menilai kegiatan sekolah dapat berjalan berdampingan dengan covid-19.
 
"Kira-kira begitu logika mereka," beber Satriwan.
 
Satriwan menyebut logika itu sudah kadung kuat di masyarakat. Sehingga, sulit sekali kembali mengadakan PJJ saat kasus covid-19 kembali naik.
 
"Persepsi guru, orang tua, ya sudah ini seperti flu, sehingga tidak ada alasan untuk mengubah atau menutup PTM menjadi PJJ," tutur dia.
 
Baca juga: Aturan Baru, PTM di Kelas Mesti Dihentikan Seminggu Bila Ada Kasus Covid-19

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif