Gerhana matahari total pertama akan terjadi pada 12 Agustus 2026, hanya beberapa bulan lagi dari sekarang. Salah satu yang paling istimewa adalah gerhana pada 2 Agustus 2027 yang diprediksi menjadi yang terpanjang dalam satu abad terakhir.
Melansir laman Time and Date, sebanyak delapan gerhana matahari total diprediksi terjadi berturut-turut dari tahun 2026 hingga 2035. Sebelum membahas lebih lanjut tentang jadwal gerhana yang akan datang, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu gerhana matahari total. Simak selengkapnya.
Apa Itu Gerhana Matahari Total?
Melansir laman bosscha.itb.ac.id, gerhana matahari total adalah peristiwa ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga bayangan Bulan jatuh ke sebagian permukaan Bumi.Daerah yang berada di dalam bayangan inti atau umbra akan dapat menyaksikan gerhana matahari total, yakni saat piringan Matahari tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan. Seiring dengan rotasi Bumi dan revolusi Bulan, bayangan umbra akan bergerak dari barat ke timur membentuk pita sempit di permukaan Bumi yang dikenal sebagai jalur totalitas.
Fase totalitas gerhana berlangsung selama beberapa menit saja, di mana piringan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan. Pada momen langka ini, bintang dan planet dapat terlihat di langit meski di siang hari. Selain itu, atmosfer luar Matahari yang berwarna putih atau disebut korona tampak mengelilingi tepi Bulan, menciptakan pemandangan memukau.
Berikut jadwal lengkap dan wilayah yang dapat menyaksikan fenomena langka ini:
Jadwal 8 Gerhana Matahari Total hingga 2035
Berdasarkan data dari Time and Date, berikut jadwal lengkap delapan gerhana matahari total yang akan terjadi dalam satu dekade ke depan:- 12 Agustus 2026: Dapat disaksikan dari Eropa, Asia bagian utara, Afrika bagian utara dan barat, sebagian besar Amerika Utara, serta wilayah Pasifik, Atlantik, dan Arktik.
- 2 Agustus 2027: Melintasi Eropa, Asia bagian selatan dan barat, Afrika, Amerika Utara bagian timur, Atlantik, dan Samudra Hindia.
- 22 Juli 2028: Terlihat dari Asia bagian selatan, Australia, Pasifik, Samudra Hindia, dan Antartika.
- 25 November 2030: Dapat diamati dari Asia bagian selatan, Australia, Afrika bagian selatan dan timur, Pasifik, Atlantik, Samudra Hindia, dan Antartika.
- 14 November 2031: Menyapu sebagian besar Amerika Utara, Amerika Selatan bagian utara dan barat, serta wilayah Pasifik dan Atlantik.
- 30 Maret 2033: Melintasi Eropa bagian barat, Asia bagian utara, Amerika Utara, Pasifik, Atlantik, dan Arktik.
- 20 Maret 2034: Terlihat dari Eropa, Asia, Afrika, Amerika Selatan bagian utara dan timur, Atlantik, dan Samudra Hindia.
- 1-2 September 2035: Melintasi Eropa bagian timur, Asia, Amerika Utara bagian barat, Pasifik, dan Arktik.
Meski menjadi fenomena langka yang menakjubkan, gerhana matahari total harus disaksikan dengan hati-hati. Gerhana harus dilihat menggunakan kacamata khusus atau alat pelindung mata yang sesuai untuk menghindari cedera serius pada mata. Menyaksikan gerhana secara langsung tanpa pelindung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan.
Nah itulah ulasan tentang gerhana matahari yang bakal terjadi selama sepuluh tahun ke depan. Semoga bermanfaat ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News