Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan PID merupakan salah satu bagian dari paket digitalisasi pembelajaran yang dikembangkan pemerintah. Karena itu, keberadaan perangkat tersebut perlu diikuti dengan ketersediaan konten dan peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkannya.
"PID tidak berdiri sendiri. Papan visual itu bagian dari program digitalisasi pembelajaran yang paketnya three in one," ujar Gogot dalam peluncuran program Semarak Pembelajaran STEM untuk Semua (SEMESTA), Selasa 29 September 2026. Lebih rinci, gogot menjelaskan Paket pertama adalah penyediaan perangkat, dengan PID sebagai perangkat utama. Pemerintah juga memperhatikan kebutuhan sekolah yang belum memiliki infrastruktur dasar untuk menjalankan pembelajaran berbasis digital.
Gogot mengatakan sekolah yang belum memiliki listrik akan diupayakan mendapat bantuan. Begitu pula sekolah yang belum memiliki akses internet akan mendapatkan dukungan layanan internet.
"Yang belum punya listrik, kita usahakan kita bantu dengan memberikan bantuan listrik. Yang belum punya internet juga kita berikan bantuan layanan internet," jelasnya.
Karena itu, ia meminta sekolah memastikan data pokok pendidikan (Dapodik) terisi dengan baik. Data tersebut dibutuhkan pemerintah untuk mengetahui sekolah yang masih memerlukan dukungan infrastruktur.
IFP di SLB Trituna Subang. Foto: Medcom.id/Citra
Paket kedua dalam digitalisasi pembelajaran adalah penyediaan konten. Menurut Gogot, Direktorat SMA telah menyediakan berbagai media pembelajaran interaktif yang dapat dimanfaatkan sekolah.
Penyediaan konten tersebut menjadi penting agar perangkat digital yang diberikan kepada sekolah tidak hanya menjadi fasilitas tambahan. Tetapi benar-benar digunakan dalam proses belajar mengajar.
Sementara paket ketiga adalah bimbingan teknis atau pelatihan. Pemerintah telah memberikan berbagai pelatihan kepada guru, mulai dari pembelajaran mendalam, coding, hingga kecerdasan artifisial atau artificial intelligent (AI).
"Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru sekaligus membuat pembelajaran lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi," tegasnya.
Lebih lanjut, Gogot menegaskan digitalisasi pembelajaran juga tidak berdiri sendiri. Pemanfaatan teknologi di sekolah perlu dihubungkan dengan program STEM dan pembelajaran mendalam.
Ketiganya diharapkan saling mendukung dalam menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah. "STEM dan pembelajaran dalam ini tidak berdiri sendiri-sendiri. Mereka saling mendukung, saling melengkapi dalam rangka menyiapkan anak-anak kita," tutup Gogot.