"Untuk digitalisasi insyaallah setiap satuan pendidikan akan mendapatkan tambahan tiga IFP yang secara keseluruhan akan ada tambahan sekitar 800 ribu PID atau IFP yang kami distribusikan untuk seluruh sekolah yang ada di Indonesia," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Muti menjelaskan jika distribusi perangkat digital itu menjadi bagian dari penguatan digitalisasi pendidikan nasional. Sebelumnya, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 288.865 IFP ke berbagai satuan pendidikan.
| Baca juga: Prabowo Bocorkan Rencana Investasi Besar-besaran yang Bakal Ubah Wajah Pendidikan |
Mu'ti menyebut digitalisasi menjadi salah satu fondasi penting menuju pendidikan bermutu untuk semua. Pemerintah juga mulai menyiapkan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan coding dan artificial intelligence (AI).
Selain penguatan teknologi, pemerintah juga menjalankan revitalisasi besar-besaran terhadap fasilitas sekolah. Tahun ini pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
"Ini semua selain merupakan komitmen dari bapak presiden juga merupakan infrastruktur fisik yang kami tunaikan sebagai bagian dari upaya kami mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu," ujar dia.
| Baca juga: Dari Ruang Kelas ke Dunia Kerja, Siswa SMK di Tangsel Ditempa Jadi Talenta Digital |
Lebih lanjut, pada 2025, pemerintah telah memberikan bantuan kepada 12.500 guru untuk menyelesaikan pendidikan S1 melalui sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Tahun ini, jumlah penerima program itu ditingkatkan menjadi 150 ribu guru.
Kemendikdasmen juga menaikkan tunjangan sertifikasi guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Sementara guru ASN menerima tunjangan sebesar gaji pokok yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing setiap bulan.
Selain itu, guru non-ASN yang belum menerima tunjangan sertifikasi juga mendapatkan insentif. Guru non-ASN kata dia berhak menerima insentif sebesar Rp400 ribu per bulan.
Lebih lanjut, Mu'ti menegaskan seluruh kebijakan tersebut menjadi bagian dari fondasi menuju visi pendidikan bermutu untuk semua. Berbagai kebijakan itulah yang kata dia menjadi fokus Kemendikdasmen dari awal masa pemerintahan era Presiden RI Prabowo Subianto.
"Pada 19 bulan pertama ini kami baru meletakkan fondasi menuju pendidikan bermutu untuk semua," ujar dia.
| Baca juga: IFP Punya Fitur Karaoke, Menteri Mu'ti Bolehkan Siswa Bernyanyi di Kelas |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News