Ilustrasi. DOK Medcom
Ilustrasi. DOK Medcom

Persiapan Asesmen, Ini 10 Contoh Soal AKGTK Kepala Madrasah

Bramcov Stivens Situmeang • 09 Oktober 2026 18:04
Ringkasnya gini..
  • AKGTK 2026 menjadi instrumen pemetaan kompetensi manajerial, supervisi, dan kewirausahaan bagi Kepala Madrasah.
  • Materi latihan meliputi perencanaan berbasis data, pengelolaan anggaran, perhitungan BEP, hingga supervisi akademik.
  • Tersedia 10 contoh soal simulasi pilihan ganda yang dapat digunakan Kepala Madrasah untuk persiapan asesmen mandiri.
Jakarta: Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2026 menjadi bagian penting dalam pemetaan kompetensi kepala madrasah, mulai dari manajerial, supervisi, hingga kewirausahaan. Bagi kepala madrasah yang ingin berlatih, tersedia naskah latihan mandiri yang bisa dipakai untuk simulasi. 

Sebelum membahas lebih lanjut soal-soalnya, yuk kenalan dulu dengan AKGTK dan tujuan pelaksanaannya. Simak selengkapnya dikutip dari laman mtsn2kotajambi.mdrsh.id dan mtsmu2bakid.sch.id.

Apa Itu AKGTK?

Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) adalah penilaian terhadap kompetensi guru madrasah, kepala madrasah, dan pengawas madrasah. Penilaian ini menjadi bagian dari penilaian kinerja guru (PKG), kepala madrasah, dan pengawas madrasah.

Hasilnya dapat digunakan untuk pembinaan karier, kepangkatan, dan jabatan. Hasil AKGTK juga memberi gambaran kepada guru, kepala madrasah, dan pengawas madrasah tentang kompetensi yang mereka miliki. Informasi itu bisa menjadi dasar untuk menentukan prioritas peningkatan kompetensi, baik secara mandiri maupun bersama-sama.

Bagi madrasah, hasil AKGTK membantu pengelola memetakan kompetensi guru. Pemetaan tersebut dapat dipakai untuk menyusun rencana pengembangan sumber daya manusia sesuai visi dan misi madrasah. Peserta juga dapat memanfaatkan hasilnya untuk mengikuti program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru madrasah.

 
Ilustrasi guru dan murid_ DOK Puslapdik Kemendikbud(1)
Ilustrasi guru dan murid. DOK Puslapdik Kemendikbud

Lantas, seperti apa bentuk soalnya? Berikut 10 contoh soal dari tiga kompetensi tersebut.

10 Contoh Soal AKGTK Kepala Madrasah 2026

1. Soal 1

Menjelang penyusunan Rencana Kerja Madrasah (RKM), tim perumus mengusulkan agar program tahun lalu disalin dengan penyesuaian angka anggaran saja karena dinilai lebih efisien. Langkah kepala madrasah yang paling tepat adalah ....

A. Menyetujui usulan karena program tahun lalu sudah terbukti berjalan.
B. Menolak usulan dan menyusun sendiri RKM agar lebih cepat selesai.
C. Mengembalikan proses pada Evaluasi Diri Madrasah dan rapor pendidikan, sehingga program yang disusun berangkat dari data capaian dan akar masalah nyata.
D. Menyerahkan penyusunan RKM sepenuhnya kepada operator madrasah.
E. Menunda penyusunan RKM sampai ada arahan teknis dari Kantor Kementerian Agama.

2. Soal 2

Rapor pendidikan madrasah menunjukkan kemampuan literasi rendah, iklim keamanan madrasah rendah, dan kualitas pembelajaran sedang. Prioritas pembenahan yang paling tepat adalah ....

A. Membenahi iklim keamanan lebih dahulu, karena rasa aman merupakan prasyarat agar peserta didik dapat belajar dan intervensi literasi berjalan efektif.
B. Menambah jam pelajaran Bahasa Indonesia untuk mengejar capaian literasi.
C. Memperbaiki seluruh indikator secara serentak agar tidak ada yang tertinggal.
D. Memfokuskan anggaran pada pengadaan buku bacaan sebanyak-banyaknya.
E. Menunggu hasil rapor tahun berikutnya untuk memastikan datanya konsisten.

3. Soal 3

Sebuah madrasah memiliki 360 peserta didik dengan dana bantuan operasional Rp1.400.000,00 per peserta didik per tahun. Madrasah merencanakan 20% dari total dana untuk pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Besar alokasi tersebut adalah ....

A. Rp50.400.000,00
B. Rp75.600.000,00
C. Rp100.800.000,00
D. Rp126.000.000,00
E. Rp151.200.000,00

4. Soal 4

Madrasah tsanawiyah menerima 288 peserta didik baru. Jika jumlah maksimal peserta didik per rombongan belajar adalah 32 orang, jumlah rombongan belajar minimal yang harus disiapkan adalah ....

A. 8 rombel
B. 9 rombel
C. 10 rombel
D. 11 rombel
E. 12 rombel

5. Soal 5

Hasil supervisi akademik terhadap 24 guru adalah sebagai berikut: Amat Baik 6 guru, Baik 10 guru, Cukup 6 guru, dan Kurang 2 guru. Persentase guru yang berada pada kategori Baik dan Amat Baik adalah ....

A. 8,3%
B. 25,0%
C. 33,3%
D. 41,7%
E. 66,7%

6. Soal 6

Seorang guru memperoleh total skor Penilaian Kinerja Guru sebesar 48 dari skor maksimal 56. Nilai PKG dan sebutan kategorinya adalah .... (Amat Baik 91-100; Baik 76-90; Cukup 61-75; Sedang 51-60; Kurang ≤50)

A. 85,71 dengan sebutan Baik.
B. 85,71 dengan sebutan Cukup.
C. 75,00 dengan sebutan Cukup.
D. 91,43 dengan sebutan Amat Baik.
E. 116,67 dengan sebutan Amat Baik.

7. Soal 7

Hasil supervisi menunjukkan guru menggunakan salindia (slide) berisi teks padat yang dibacakan sepanjang pembelajaran. Rekomendasi yang paling tepat adalah ....

A. Mengarahkan guru menempatkan teknologi sebagai alat bantu berpikir murid, misalnya menyajikan data, simulasi, atau pemantik diskusi, bukan sebagai pengganti penjelasan dan interaksi.
B. Melarang guru menggunakan salindia dalam pembelajaran.
C. Meminta guru memperbanyak animasi agar salindia lebih menarik.
D. Mengganti salindia dengan buku teks konvensional.
E. Membiarkan karena penggunaan teknologi sudah merupakan kemajuan.

8. Soal 8

Madrasah berada di daerah sentra pengrajin anyaman bambu, tetapi minat masyarakat menyekolahkan anak ke madrasah menurun. Program unggulan yang paling tepat dikembangkan adalah ....

A. Membuka kelas unggulan olimpiade sains dengan seleksi ketat.
B. Mengembangkan program kewirausahaan berbasis kriya bambu yang terintegrasi dengan pembelajaran dan melibatkan pengrajin setempat sebagai mitra dan narasumber.
C. Menurunkan biaya pendidikan serendah mungkin agar lebih menarik.
D. Menambah kegiatan ekstrakurikuler sebanyak mungkin.
E. Memasang iklan besar-besaran di jalan utama desa.

9. Soal 9

Unit usaha madrasah memproduksi kemasan makanan ringan. Biaya tetap Rp3.000.000,00 per bulan, biaya variabel Rp9.000,00 per unit, dan harga jual Rp15.000,00 per unit. Jumlah unit yang harus terjual agar mencapai titik impas (BEP) adalah ....

A. 200 unit
B. 250 unit
C. 333 unit
D. 375 unit
E. 500 unit

10. Soal 10

Madrasah menanamkan investasi Rp20.000.000,00 untuk peralatan unit usaha dan memperoleh laba bersih Rp5.000.000,00 per tahun. Tingkat pengembalian investasi (ROI) dan perkiraan waktu balik modal adalah ....

A. 20% per tahun; balik modal 5 tahun.
B. 25% per tahun; balik modal 4 tahun.
C. 25% per tahun; balik modal 5 tahun.
D. 40% per tahun; balik modal 2,5 tahun.
E. 400% per tahun; balik modal 4 bulan.
   

Kunci Jawaban

Setelah mengerjakan seluruh soal, berikut kunci jawaban yang dapat digunakan untuk mengecek hasil latihan:
  1. C. Perencanaan madrasah perlu berbasis data, sehingga RKM tidak cukup disalin dari program sebelumnya.
  2. A. Iklim keamanan menjadi prasyarat belajar, sehingga dibenahi lebih dahulu atau dijalankan sebagai fondasi.
  3. C. Total dana: 360 × Rp1.400.000 = Rp504.000.000. Alokasi 20% = Rp100.800.000.
  4. B. 288 : 32 = 9 rombongan belajar.
  5. E. (6 + 10) : 24 = 16/24 = 66,7%.
  6. A. Nilai PKG = (48/56) × 100 = 85,71, berada pada rentang 76-90 dengan sebutan Baik.
  7. A. Teknologi seharusnya memperkaya proses berpikir murid, bukan sekadar memindahkan teks dari buku ke layar.
  8. B. Inovasi paling kuat lahir dari potensi lokal dan melibatkan masyarakat sebagai mitra.
  9. E. Margin kontribusi: Rp15.000 - Rp9.000 = Rp6.000. BEP = Rp3.000.000 : Rp6.000 = 500 unit.
  10. B. ROI = 5.000.000/20.000.000 × 100% = 25% per tahun. Waktu balik modal = 20.000.000 : 5.000.000 = 4 tahun.
Contoh soal di atas bukan soal resmi dari kementerian maupun dinas pendidikan. Meski begitu, latihan ini dapat membantu kamu dalam memahami pola soal yang mungkin muncul.

Itulah 10 contoh soal AKGTK Kepala Madrasah 2026 beserta kunci jawabannya. Semoga membantu ya!
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan