Program tersebut diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu. Kehadiran Sekolah Kemitraan diharapkan dapat membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memperoleh akses pendidikan gratis.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan Pemprov Jateng tahun ini memberikan pembebasan biaya pendidikan kepada 231.724 siswa atau sekitar 40,83 persen lulusan SMP sederajat melalui SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri.
“Biaya operasional sekolah pada semua satuan pendidikan SMA Negeri, SMK Negeri dan SLB Negeri tanpa pungutan kepada siswa atau orang tua siswa,” beber Sadimin dikutip dari laman jatengprov.go.id, Kamis, 18 Juni 2026.
Sadimin menuturkan siswa penerima program sekolah gratis akan memperoleh berbagai fasilitas pendidikan tanpa biaya tambahan. Mulai dari biaya operasional sekolah yang mencakup SPP dan iuran wajib, paket buku pelajaran sesuai kurikulum, hingga sejumlah kegiatan ekstrakurikuler.
Selain itu, fasilitas penunjang pendidikan seperti laboratorium, perpustakaan, dan berbagai kegiatan akademik lainnya juga dapat diakses tanpa pungutan tambahan. Program ini menjadi bentuk komitmen Pemprov Jateng memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Pemprov Jateng juga memperluas program pendidikan gratis melalui Sekolah Kemitraan yang bekerja sama dengan sekolah swasta. Program ini ditujukan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan sebesar Rp2 juta per murid per tahun (program Sekolah Kemitraan),” ujar dia.
Menariknya, seluruh biaya pendidikan peserta didik dalam program ini ditanggung pemerintah daerah. Bahkan, sekolah mitra tidak diperbolehkan menarik biaya apa pun kepada siswa penerima manfaat.
Program Sekolah Kemitraan tahun ini dilaksanakan di 56 SMA swasta dan 83 SMK swasta. Total terdapat 139 sekolah swasta dengan daya tampung mencapai 5.004 kursi.
Program ini tidak hanya menjadi solusi bagi keterbatasan daya tampung sekolah negeri, tetapi juga menjadi upaya pemerintah mencegah anak-anak dari keluarga kurang mampu putus sekolah karena alasan ekonomi. Selain Sekolah Kemitraan, Pemprov Jateng tetap menyediakan program sekolah gratis melalui boarding school dan semi boarding school.
Untuk boarding school, kuota tersedia di SMKN Jateng Semarang sebanyak 120 kursi, SMKN Jateng Pati 72 kursi, dan SMKN Jateng Purbalingga 96 kursi. “Seluruh siswa dibebaskan dari biaya operasional maupun biaya personal,” tegas Sadimin.
Sedangkan, program semi boarding school diselenggarakan di 15 SMK Negeri yang tersebar di 15 kabupaten di Jawa Tengah, yakni Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Klaten, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Pemalang, dan Brebes. Total kuota yang disediakan mencapai 471 kursi.
Sama seperti boarding school, peserta didik juga dibebaskan dari biaya operasional maupun biaya personal selama menempuh pendidikan. Pemprov Jateng juga menegaskan pelaksanaan SPMB 2026 dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik titipan maupun percaloan.
“SPMB Jawa Tengah 2026 no titip, no jastip,” tegas dia.
Sejalan dengan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pendidikan harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat karena menjadi instrumen utama meningkatkan kesejahteraan warga. Ia juga menyoroti masih banyak anak yang memilih langsung bekerja setelah lulus SMP akibat keterbatasan akses pendidikan.
Karena itu, jalur afirmasi dalam SPMB Jawa Tengah terus diperluas agar semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Banyak masyarakat kita punya istilah, habis lulus SMP langsung kerja. Maka jalur afirmasi kita perbanyak,” ungkap Luthfi.
Bagi Sobat Medcom yang ingin mendaftarkan diri atau anaknya ke Program Sekolah Kemitraan Jawa Tengah 2026, berikut informasi lengkapnya:
Kuota Program Sekolah Kemitraan Jateng 2026
- Total sekolah mitra: 139 sekolah swasta
- SMA swasta: 56 sekolah
- SMK swasta: 83 sekolah
- Total daya tampung: 5.004 kursi
- Bantuan pendidikan: Rp2 juta per murid per tahun
Syarat Program Sekolah Kemitraan Jateng 2026
Program ini diperuntukkan bagi calon murid yang memenuhi ketentuan berikut:- Berasal dari keluarga kurang mampu
- Peserta termasuk kategori Desil 1 sampai Desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
- Mengikuti proses SPMB Jawa Tengah 2026
- Mendaftar melalui Jalur Afirmasi
- Memenuhi seluruh persyaratan administrasi SPMB yang berlaku
Cara Daftar Program Sekolah Kemitraan Jateng 2026
Proses pendaftaran SPMB Jawa Tengah 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB seluruhnya dapat dilakukan secara online. Calon murid cukup mengakses laman spmb.jatengprov.go.id dan mengikuti tahapan yang tersedia, mulai dari pengajuan akun hingga daftar ulang.Jadwal SPMB Jawa Tengah 2026
- Pengajuan Akun: 3-12 Juni 2026
- Verifikasi Akun: 4-13 Juni 2026
- Aktivasi Akun: 4-13 Juni 2026
- Daftar Sekolah: 15-18 Juni 2026
- Pengumuman Hasil Seleksi: 21 Juni 2026
- Daftar Ulang: 22-25 Juni 2026.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda