Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

Jatim Buka Lima Jalur di PPDB 2021

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2021
Amaluddin • 09 April 2021 15:06
Surabaya: Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Timur (Jatim) jenjang SMA/SMK tahun 2020 berbeda dengan tahun 2021.  Akan ada lima jalur yang dibuka pada PPDB tahun ini.
 
"Yang pasti jalur PPDB tahun 2021 ini tidak sama alias berbeda dari tahun 2020 lalu," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi saat dikonfirmasi, Jumat, 9 April 2021.
 
Lima jalur PPDB 2021, tersebut adalah jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk anak buruh dan disabilitas ringan. Jika tahun lalu melalui jalur zonasi, tahun ini menggunakan kuota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau disabilitas tahun kemarin masuk zonasi, tapi sekarang afirmasi dan kuotanya 15 persen bagi mereka," ujarnya.
 
Jalur kedua, adalah perpindahan tugas orang tua, yakni selain perpindahan tugas orang tua, juga menampung anak tenaga pendidik atau pengajar. Tahun ini juga menggunakan kouta. "Termasuk tenaga kesehatan yang menangani covid-19. Ini kuotanya adalah lima persen," ucapnya.
 
Jalur ketiga adalah kouta lima persen khusus bagi para pelajar yang berprestasi. Tahun lalu, mereka yang berprestasi berjenjang, dan lombanya digelar oleh pemerintah atau organisasi lembaga yang bekerja sama dengan pemerintah.
 
"Tahun ini tidak lagi seperti itu, tanpa berjenjang atau tidak. Lombanya bisa juga dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga secara mandiri, tapi yang berprestasi akan mendapat skor," katanya.
 
Misalnya siswa penghafal Al-quran, masuk dalam jalur prestasi lomba, termasuk siswa delegasi. "Semisal, negara Italia mengundang kejuaraan paduan suara setiap tahun. Bagi siswa yang diundang, kami beri skor," ujarnya.
 
Selanjutnya jalur keempat adalah jalur prestasi akademik yang kuotanya sebesar 25 persen, dengan mengambil nilai rapor pada semester I hingga V, yang nilainya 70 persen. Kemudian nilai 9 di SMA satu dan lainnya berbeda, dan ditentukan melalui indeks yang diambil dari akreditasi sekolah.
 
Jalur kelima merupakan zonasi yang kuotanya mencapai 50 persen, dan sistemnya tidak berubah atau sama seperti tahun lalu. Khusus untuk SMK, jika tahun lalu tidak ada zonasi, maka tahun ini diberlakukan zonasi yang kuotanya sebanyak 10 persen.
 
"Sehingga yang jalur prestasi akademik semakin besar yaitu 65 persen. Afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua sama dengan SMA," kata Wahid.
 
Baca juga:  Pendaftaran Seleksi Sekolah Kedinasan Dibuka Hari Ini
 
Jumlah lulusan MTs dan SMP se-Jawa Timur tahun 2021 mencapai 579.599 siswa, sedangkan kapasitas SMA dan SMK hanya 37 persen dari jumlah tersebut.  Wahid berharap kebijakannya dimaklumi, jika belum bisa memuaskan semua pihak.
 
"Tapi kebijakan kami ambil yang terbaik dan menampung semua aspirasi masyarakat dan pendidikan," katanya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif