Ilustrasi.  Foto:  MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Finalis 'Gizi untuk Prestasi' Didorong Masuk Buku 'Praktik Baik'

Pendidikan Penghargaan Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 01 November 2019 14:15
Jakarta: Kisah para guru dan sekolah finalis “Gizi untuk Prestasi” tentang upaya mengimplementasi program Gizi untuk Prestasi dapat menginspirasi sekolah lain untuk menerapkan hal serupa. Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta kisah tersebut diabadikan dalam sebuah buku "Praktik Baik".
 
Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Poppy Dewi Puspitawati berharap finalis ajang penghargaanyang digelar oleh Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Food and Nutrition (Seameo Recfon) bisa dijadikan sebuah buku.
 
Harapannya, kisah tersebut bisa menjadi best practices atau praktik baik bagi sekolah-sekolah lainnya. Tercatat ada 30 finalis, dari 253 guru dari 84 sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat yang telah berpartisipasi mengirimkan kisah program Gizi Untuk Prestasi yang telah diimplementasikan di sekolahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapannya 30 terbaik itu dijadikan buku, disebarkan, jadi ada contoh," kata Popy usai acara di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.
 
Poppy juga meminta bukunya tidak hanya dalam bentuk cetak, tapi juga dalam bentuk buku elektronik. "Dimasukkan ke Rumah Belajar, tidak hanya cetak," ujarnya.
 
Dengan begitu, akan mudah diakses oleh sekolah melalui Rumah Belajar. Sekolah nantinya tinggal mengadopsi atau melakukan penyesuaian ulang. "Itu bisa diadaptasi langsung, tetapi kalau muatan lokalnya beda bisa diadaptasi sesuai kebutuhan. Pendekatan beda, harus diadaptasi, tapi bisa langsung diadopsi," kata Popy.
 
Hari ini Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Food and Nutrition (Seameo Recfon) menggelar “Gizi untuk Prestasi Award”. Direktur Seameo Recfon, Muchtaruddin Mansyur, mengatakan, penghargaan ini merupakan bagian dari Program Gizi Untuk Prestasi.
 
Program ini merupakan program "Sekolah Sehat" yang terintegrasi dalam kegiatan edukasi gizi melalui berbagai jenis mata pelajaran, jam pembiasaan, kegiatan ekstra dan kokurikuler.
 
Muchtaruddin menyebut, kegiatan ini diikuti 253 guru dari 84 sekolah dari tingkat SD hingga SMA/K dan sederajat. Para peserta ini mengirimkan kegiatan program Gizi untuk Prestasi yang telah diimplementasikan di sekolahnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif