Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Tak Sesuai Domisili, 96 Calon Siswa di Jateng Dicoret

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Mustholih • 03 Juli 2019 09:46
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencoret 96 calon siswa Sekolah Menengah Atas Negeri dari proses Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2019/2020. Mereka diduga menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD) dan Kartu Keluarga (KK) palsu demi mendapat jatah kursi di sekolah yang diinginkan.
 
"Terhadap mereka langsung kita coret. Calon siswa mendaftar menggunakan SKD yang tidak valid. Langsung kita coret," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Ganjar menegaskan tidak mentoleransi praktek lancung dalam penyalahgunaan SKD dan KK. Sejatinya, kata Ganjar, SKD dan KK yang disertakan oleh para orang tua murid dan calon siswa itu resmi dikeluarkan oleh instansi pemerintah terkait.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, ke dua surat itu akhirnya dinyatakan palsu karena orang tua murid memalsukan masa domisili mereka demi memuluskan sang anak masuk dalam zonasi sekolah yang dibidik. "Ketentuannya jelas. Kalau mau menggunakan SKD, minimal sudah bertempat tinggal di lokasi itu selama enam bulan," ujar Ganjar menegaskan.
 
Menurut Ganjar, hingga hari kedua PPDB SMA, ditemukan 1.117 calon siswa yang mendaftar dengan menggunakan SKD. Namun, dalam proses verifikasi, 1.021 SKD calon siswa dinyatakan valid, sedangkan sisanya, 96 SKD dinyatakan palsu.
 
Perincian calon siswa yang ketahuan menggunakan SKD palsu, antara lain, SMAN 1 Kendal (7 calon siswa), SMAN 1 Purworejo (6 calon siswa), SMAN 1 Purwokerto (17 calon siswa), SMAN 1 Pekalongan (23 calon siswa), dan SMAN di Pati (12 calon siswa). "Itu contoh agak banyak yang kami coret karena menggunakan SKD tidak valid," jelas Ganjar.
 
Kepada calon siswa yang dicoret itu, Ganjar meminta mereka mendaftar lagi sebagai peserta PPDB, tapi tanpa menyertakan SKD atau KK. "Ini sekaligus juga warning saya kepada orang tua, bawa saya serius, saya coret beneran. Saya tidak ekspos nama-namanya, kasihan," beber Ganjar.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif