Pencak silat. Foto:  Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Pencak silat. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Diakui UNESCO, Perbedaan Pencak Silat Indonesia dan Malaysia

Pendidikan kebudayaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Desember 2019 18:56
Jakarta: Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda. Tak berselang lama, Silat Malaysia juga diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda.
 
Penetapan itu sama-sama dilakukan dalam Sidang ke-14 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Bogota, Kolombia, pada Kamis,12 Desember 2019. Lantas apa yang membedakan penetapan Pencak Silat Indonesia dan Malaysia?.
 
Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, pencak silat Indonesia diakui sebagai tradisi yang mencakup aspek kebudayaan yang luas. Mulai dari mental-spiritual, pertahanan diri, seni, dan olahraga. Sementara Malaysia hanya mengajukan salah satu unsur yang terkandung dalam pencak silat, yakni sebagai olahraga bela diri yang dipertandingkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perbedaannya sekarang kalau kita lihat fokus dari masyarakat Malaysia adalah olahraga, seni bela diri. Sementara kita tradisi pencak silat ini bela diri adalah salah satu komponen di dalamnya, tetapi ini sebetulnya adalah kebudayaan yang jauh lebih luas menyangkut gerak dan bunyi," terang Hilmar dalam konferensi pers di gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.
 
Hilmar menjelaskan, karena disebut sebagai tradisi maka perbedaannya juga jelas. Bahwa pencak silat sudah secara turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi.
 
"Tradisi Pencak silat ini berbicara tentang bagaimana cara kita turun temurun selama dari enskripsi paling awal 1.200 tahun lalu selama masa itu membentuk cara pengendalian diri. Jadi kumulatif fisik orangnya ini sama dengan pembangunan karakter yang namanya tradisi pencak silat dan itu dilakukan turun temurun," terangnya.
 
Hilmar juga menegaskan, penetapan ini tidak ada hubungannya dengan hak cipta, tetapi bentuk kontribusi Indonesia untuk dunia. Sehingga, semua negara bisa menggunakannya.
 
"Dimasukkan Tradisi Pencak Silat di dalam Warisan Budaya Takbenda itu adalah usulan dari masyarakat. Ini tidak ada urusan dengan hak cipta. Saya lebih tepat melihat dimasukkan Tradisi Pencak Silat ini kedalam representative list sebagai bentuk kontribusi Indonesia terhadap peradaban dunia. Jadi utuh posisinya, bukan soal kepemilikannya," ujarnya.
 
Sementara itu pendiri Masyarakat Pencak Silat Indonesia Wahdad M.Y mengatakan, bahwa konsistensi membawa nama Pencak silat patut disyukuri hingga akhirnya diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif