Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Dok Kementerian Agama.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Dok Kementerian Agama.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jadi PTKI Berbasis Siber Pertama di Indonesia

Pendidikan Guru Madrasah Perguruan Tinggi PTKI Yaqut Cholil Qoumas
Arga sumantri • 15 Desember 2021 15:01
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) berbasis siber pertama di Indonesia. Menag Yaqut mengungkapkan, pendirian PTKI berbasis siber merupakan bentuk afirmasi Kemenag untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi guru madrasah. 
 
"Guru madrasah kita, banyak yang tinggal di desa yang jauh dari perguruan tinggi atau universitas," ungkap Yaqut, mengutip siaran pers Kemenag, Rabu, 15 Desember 2021. 
 
Ia mengatakan, jika akhirnya para guru memaksakan tetap melanjutkan pendidikan, siswa madrasah akan menjadi. Sebab, pendidikan para siswa madrasah agak terabaikan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keberadaan PTKI berbasis siber ini menjadi solusi itu semua," ungkapnya. 
 
Tidak hanya menjadi PTKI berbasis siber pertama di Indonesia, IAIN Syekh Nurjati yang rencananya akan segera bertransformasi menjadi menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) juga menggratiskan biaya pendidikan. 
 
"Saya juga ucapkan terima kasih dan angkat topi atas usaha dari Ditjen Pendis (Pendidikan Islam). Saya minta UISSI ini berbiaya murah. Namun realisasinya Pendis menggratiskan biaya pendidikannya, sekali lagi terima kasih," ungkapnya.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, selain mempersiapkan diri menjadi UISSI, IAIN Syekh Nurjati juga sedang bersiap menjadi frontier advokasi gerakan OIER (Open Islamic Educational Resources) di dunia. UISSI berupaya mengusung teknologi Digital Multimedia University (DMU).
 
Baca: Dayah Subulurrahmah Bersiap Jadi Pendidikan Diniyah Formal
 
"Dan konsisten mendorong perubahan paradigma lama PTKI sebagai knowledge creation and transmission dalam semi-isolation space menjadi re-creation and connecting knowledge pada open space," ujar Ali.
 
Ia menambahkan, UISSI akan menjadi penyelenggara program pendidikan jarak jauh (PJJ). "Saat ini, prodi pertamanya adalah PJJ PAI, sekaligus sebagai penyelenggara pendidikan berbasis teknologi atau cyber university yang networked, digital, dan virtual," papar Ali.
 
Hal ini, lanjut dia, memungkinkan efisiensi pembiayaan dan efektivitas pembelajaran yang menghasilkan output yang lebih optimal. Ini selanjutnya diharapkan mampu mendorong terjadinya revolusi peran PTKI, dosen, mahasiswa, dan stakeholder PTKI.
 
Selain itu rencananya UISSI akan menerapkan program pembelajaran berbasis TIK, seperti blended atau hybrid learning, e-learning, online learning, digital learning, dan virtual learning. Semua hal ini akan diwujudkan melalui Learning Management System (LMS) UISSI yang futuristik dan modern.
 
"UISSI akan mampu menjadi frontiers of education innovation, sebagai pusat riset dan pengembangan inovasi berbagai modus pembelajaran berbasis teknologi dan diseminasi inovasi," ungkap Ali.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif