Apalagi, kata Yopi, terdapat peningkatan anggaran litbang Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kutai Kartanegara dari Rp4,8 miliar pada 2022 menjadi Rp13 miliar di 2023.
“Hal ini menunjukkan komitmen luar biasa. Terlebih juga didukung oleh Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara yang sangat concern terhadap peran riset dan inovasi di daerah,” ungkap Yopi dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi dan Sosialisasi Riset dan Inovasi Daerah dikutip dari laman brin.go.id, Senin, 26 Februari 2024.
Yopi menjelaskan dengan peningkatan anggaran yang siginifikan, BRIDA Kabupaten Kutai Kartanegara dapat menyiapkan peta jalan riset dan inovasi. Hal ini didukung oleh tools yang telah dikeluarkan BRIN yaitu Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dan dukungan kajian yang kuat melalui kebijakan berbasis bukti atau dikenal dengan science based policy.
“Dalam penyiapan peta jalan riset dan inovasi, BRIDA sebagai manager dalam urusan riset dan inovasi daerah harus memperkuat sinergi antar pihak terkait. Baik di seluruh perangkat daerah maupun berkoordinasi dengan pihak lainnya seperti perguruan tinggi, dan BRIN,” jelas dia.
Yopi mengungkapkan selama dua tahun terakhir BRIN telah melakukan pendampingan sesuai dengan tugasnya terhadap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sesuai Perpres 78 Tahun 2021. Pendampingan berupa konsultasi luring maupun daring dengan berbagai tema konsultasi.
Seperti kebijakan riset dan inovasi daerah tentang Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Iptek Daerah; fasilitasi dan pemantauan riset dan inovasi daerah tentang IDSD dan JF Binaan BRIN.
"Kemudian, diseminasi dan pemanfaatan riset dan inovasi daerah mengenai pemanfaatan citra satelit, pemanfaatan pupuk, serta pemanfaatan nano teknologi bidang perairan,” papar dia.
Yopi memaparkan BRIN juga melakukan pendampingan berupa kajian pemetaan kebutuhan infrastruktur BRIDA Kutai Kartanegara; kajian dampak IKN terhadap PAD berkolaborasi dengan Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN. Lalu, kajian kelayakan industri kecil pakan ternak berkolaborasi dengan Pusat Riset Peternakan BRIN diwadahi Nota Kesepakatan Sinergi antara BRIN dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditandatangani pada 2023.
“Kami berharap agar BRIDA Kabupaten Kutai Kartanegara dapat melakukan pemetaan terhadap enam elemen untuk membangun ekosistem riset dan inovasi," ujar Yopi.
Keenam elemen itu, yakni kebijakan dan infastruktur, kapasitas kelembagaan dan daya dukung riset dan inovasi, kemitraan riset dan inovasi, budaya riset dan inovasi, keterpaduan riset dan inovasi di daerah, dan penyelarasan dengan perkembangan global.
"Dari pemetaan tersebut akan ditetapkan hal-hal yang akan dijadikan prioritas dalam dokumen perencanaan,” tutur dia.
Adapun beberapa isu strategis di Kutai Kartanegara yang teridentifikasi dalam pertemuan ini, yaitu persampahan, best practice Bumdes Desa inovasi mabuk kepayang, potensi perikanan, permasalahan air bersih, dan penurunan PAD yang bersumber dari migas dan gas alam. Terkait hal ini perlu koordinasi lebih lanjut, baik dengan BRIN maupun pihak terkait lainnya untuk ditelaah dan dikaji, selanjutnya akan ditetapkan rencana tindak lanjutnya.
| Baca juga: Peneliti BRIN Sebut Kejadian di Rancaekek Puting Beliung, Ini Bedanya dengan Tornado |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News