Kurikulum 2013 Diklaim Unggul dari Segi Konten
Seorang Guru melakukan proses belajar mengajar menggunakan kurikulum 2013 di SDN Mrican II, Kediri, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Rudi Mulya)
Jakarta: Kepala Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan kurikulum 2013 pada dasarnya sudah mulai diterapkan sejak 2015 namun belum secara keseluruhan.

Setiap tahun ajaran baru penerapan kurikulum 2013 dilakukan terus menerus sampai pada 2019 mendatang perangkat mata pelajaran itu bisa diterapkan secara komprehensif. 


"Untuk penerapan kurikulum 2013 tahun ajaran 2018 sudah dipersiapkan. Guru-gurunya dipanggil, disosialisasikan untuk dikenalkan dan tahun depannya (2019) seluruh sekolah bisa menerapkan itu," ujarnya, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 10 Juli 2018.

Menurut Totok menyiapkan pengajar untuk melaksanakan kurikulum 2013 tidak bisa hanya dengan sekali sosialisasi. Guru perlu melakukan pengembangan diri agar implementasi penerapan kurikulum 2013 sempurna.

Totok mengatakan dalam kurikulum 2013 semangat yang ingin diterapkan adalah membekali anak-anak dengan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, sampai pembekalan kreatifitas untuk menghadapi persaingan abad 21.

Paling tidak, ada 3 aspek besar yang harus bisa disampaikan guru pada anak didiknya; sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pun dengan pengembangan daya nalar sehingga tidak bisa jika pola pengajaran saat ini hanya soal hafalan semata.

"Guru tidak bisa lagi mendikte, meminta anak-anak menerapkan rumus-rumus untuk menyelesaikan persoalan dari buku teks. Anak perlu dibekali konsep mendalam sehingga dalam memecahkan persoalan sehari-hari bisa diturunkan dari konsep tadi," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id