ANT/Ahmad Subaidi.
ANT/Ahmad Subaidi.

Beasiswa Macet, 35 Mahasiswa di Jerman Terancam Dideportasi

Pendidikan beasiswa
Antara • 15 April 2019 19:48
Manokwari: Sebanyak 35 mahasiswa dan mahasiswi dari Provinsi Papua Barat yang menempuh pendidikan di Jerman terancam dideportasi karena tidak mampu menyelesaikan sejumlah pembiayaan.
 
Puluhan mahasiswa ini adalah penerima program beasiswa yang dilaksanakan Pemprov Papua Barat bekerja sama dengan Yayasan Papua Jerman. Bantuan beasiswa semester kedua tahun 2018 itu belum dapat dicairkan.
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Bernanda Henan saat dikonfirmasi di Manokwari, menjelaskan, pihaknya sudah mencairkan seluruh dana beasiswa tahun 2018. Pencairan dilakukan melalui Yayasan Papua Jerman sebagai pihak ketiga pada program tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, Pemprov Papua Barat sudah menyelesaikan tanggungjawabnya, dengan mengucurkan bantuan beasiswa melalui yayasan, termasuk beasiswa untuk enam bulan terakhir tahun 2018. Ia mengungkapkan, pencairan dana kepada mahasiswa mengalami kendala lantaran
ada temuan dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).
 
Baca: Akses Pendidikan Anak Papua Kian Terbuka
 
Akibat temuan itu, yayasan diminta mengembalikan anggaran. "Secara akumulasi Rp11 miliar yang sudah kami cairkan. Nilai temuanya berapa kami kurang tahu," kata Henan seperti dikutip dari Antara, Senin, 15 April 2019.
 
Untuk tahun 2019, lanjut Bernanda, Dinas Pendidikan pun telah menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar khusus untuk mahasiswa Jerman. Proses pencairan sedang berlangsung.
 
"Untuk mencairan kita membutuhkan SK (surat keputusan) gubernur. Draf sudah kami ajukan melalui Biro Hukum tapi sampai sekarang belum diproses," imbuhnya.
 
Dalam surat terbuka mahasiswa Papua Barat di Jerman disebutkan, mereka berasal dari Kabupaten Fakfak, Kaimana, Manokwari, Sorong dan Kota Sorong. Pada realisasi beasiswa tahun 2018, mereka baru menerima pencairan dana semester pertama yakni pada Juni.
 
Baca:Alasan Pentingnya Mengikuti Program Beasiswa Kuliah
 
Untuk semester kedua, mereka belum menerima hingga saat ini. Saat ini mereka dituntut menyelesaikan sejumlah pembiayaan, di antaranya bukti jaminan hidup berupa saldo rekening yang harus diberikan kepada kantor imigrasi setempat sebagai syarat pengajuan visa atau izin tinggal.
 
Mereka juga wajib membayar angsuran asuransi kesehatan setiap bulan, iuran semester dan kebutuhan kuliah, biaya sewa tempat tinggal, air, listrik, pemanas, ruangan, pajak siaran, serta biaya makan dan minum sehari-hari. Selain terancam dideportasi, mereka pun terancam berurusan dengan hukum karena tidak bisa menyelesaikan tagihan sewa tempat tinggal. Mereka juga terancam dikeluarkan dari kampus karena belum bisa membayar iuran kuliah.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif