Mendikbud, Muhadjir Effendy (tengah), epala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar (kanan) saat audiensi dengan 62 Duta Bahasa Nasional 2019.  Medcom.id/Intan Yunelia.
Mendikbud, Muhadjir Effendy (tengah), epala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar (kanan) saat audiensi dengan 62 Duta Bahasa Nasional 2019. Medcom.id/Intan Yunelia.

Duta Bahasa Menjadi Agen Pegiat Literasi di Daerah

Pendidikan bahasa indonesia
Intan Yunelia • 16 Agustus 2019 13:24
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memilih 62 peserta untuk menjadi Duta Bahasa Tingkat Nasional dari 31 provinsi di Indonesia. Mereka tersaring dari 4.000 orang yang mendaftar untuk menjadi duta Bahasa Nasional 2019.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengatakan duta bahasa ini akan menjadi role model penggunaan bahasa yang baik dan benar. Selain itu, mereka diberi tugas menjadi agen pegiat literasi di daerah asalnya.
 
“Kita harapkan mereka menjadi semacam tempat berkonsultasi, menjadi asisten klinik Bahasa di pusat dan Balai Bahasa di bawah Kemendikbud yang ada di daerah. Termasuk dia mampu untuk mengkoordinasi berbagai pihak pegiat Bahasa, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang berkecimpung di dunia Bahasa,” kata Muhadjir kepada Medcom.id, usai Audiensi dengan 62 duta Bahasa terpilih, di Gedung A Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis malam, 15 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka yang terpilih menjadi Duta Bahasa ini memiliki potensi luar biasa di bidang bahasa. Keahlian dan kompetensi mereka terserap di berbagai Lembaga Bahasa.
 
“Mereka sangat potensial. Mereka kan pilihan dari 4.000 lebih dan yang terpilih 62 orang. Jadi ini sebetulnya sudah pasti pilihan dari yang terpilih,” ujar Muhadjir.
 
Baca:Indonesia Butuh SDM Berhati Indonesia Berideologi Pancasila
 
Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar menambahkan, duta Bahasa yang terpilih akan membantu terutama dalam mengampanyekan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa wajib di Tanah Air.
 
“Fungsi mereka tentu saja mengimbau kepada masyarakat dan mengingatkan masyarakat agar terus mengutamakan bahasa negaranya yang kita cintai dan menjadi perekat bangsa ini,” ucap Dadang.
 
Ia menuturkan, bahwa salah satu Duta Bahasa yang beruntung akan menjadi calon tenaga pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Mereka akan mengajarkan bahasa Indonesia kepada para warga negara asing agar bahasa Indonesia semakin go internasional.
 
“Itu sudah mengikuti seleksi BIPA. Jadi di antara mereka itu akan ada InsyaAllah memiliki perwakilan BIPA. Itu salah satu bentuk penghargaan dari kami,” tutupnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif