Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menegaskan peristiwa ini bukan sekadar pelanggaran disiplin melainkan pelanggaran hak asasi anak.
"Ini pelanggaran hak asasi anak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang aman, bebas dari rasa takut dan kekerasan, sebagaimana dijamin dalam Konstitusi dan UU Perlindungan Anak," kata Ubaid dalam keterangannya kepada Medcom.id, Kamis, 15 Januari 2026.
Kejadian tersebut menyalakan alarm darurat perlindungan anak. Ubaid mengatakan sekolah bukan lagi tempat belajar untuk anak.
"Ini adalah darurat perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Anak-anak kita datang ke sekolah untuk belajar dan bertumbuh, bukan untuk menjadi sasaran amuk kekerasan dari orang dewasa yang dipercaya negara untuk mendidik mereka,” kata Ubaid.
Terkait kasus tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi tengah mendalaminya dengan menerjunkan tim investigasi.
"Kami akan mendalami kejadian ini dan secepatnya tim bidang guru dan tenaga pendidikan (GTK) bersama bidang SMK Disdik akan turun ke SMKN 3 Tanjab Timur tersebut," kata pelaksana tugas Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar.
Umar menyayangkan kejadian tersebut. Pihaknya mengingatkan sekolah sebagai tempat menimba ilmu seharusnya membagi hal-hal bermanfaat.
"Bukan sebaliknya, menjadi lokasi perdebatan yang mengakibatkan baku hantam," tegas Umar.
Pihaknya mengimbau seluruh warga sekolah dapat berlaku bijak, termasuk menjamin pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Umar mengatakan pihak-pihak terlibat akan dibina agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
"Kami akan berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi terkait penanganan hasil dari pembinaan tersebut," jelasnya.
Kapolsek Berbak, Iptu Hans Simangunsong, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya akan melakukan mediasi antara pihak sekolah, guru bersangkutan, para orang tua murid dan forum komunitas pimpin kecamatan.
"Ya benar, kita akan mediasi hari ini terkait persoalan ini bersama pihak sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada titik terang," ujar Hans.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News