Ilustrasi. Foto: Pexels
Ilustrasi. Foto: Pexels

Isra Miraj Nabi Muhammad SAW: Sejarah, Kronologi, dan Hikmahnya

Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Januari 2026 08:46
Jakarta: Isra Mikraj merupakan momen penting dalam sejarah agama Islam yang membawa dampak besar bagi umat Muslim di seluruh dunia. 
 
Persitiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman baik bagi dirinya sendiri, umatnya, maupun bagi alam semesta.
 
Pengertian Isra merujuk pada perjalanan ajaib Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Sedangkan pengertian Mikraj yakni perjalanan lanjutan beliau dari Masjidil Aqsa naik menembus lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha atau langit ketujuh.

Seluruh perjalanan panjang ini berlangsung dalam kurun waktu yang sangat singkat, yakni hanya dalam satu malam saja.

Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW


Umat Islam meyakini bahwa peristiwa ini sangat bermakna karena pada saat itulah Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan ibadah salat lima waktu dalam sehari semalam.
 
Kemuliaan dari perjalanan ini pun telah diabadikan dalam Alquran, tepatnya pada Surat Al-Isra ayat 1. 
 
Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa Allah SWT telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari untuk memperlihatkan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Nabi yang dicintai-Nya.
 
Berdasarkan keterangan para ulama, Rasulullah SAW menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam kondisi sadar, bukan dalam keadaan bermimpi. 
 
Dalam perjalanan tersebut, beliau dikisahkan mengendarai Buraq sebagai kendaraan surgawi dengan didampingi oleh Malaikat Jibril.
 
Selama proses Isra, Nabi Muhammad SAW sempat singgah di lima tempat dan di setiap lokasi tersebut beliau berhenti sejenak dan melaksanakan salat dua rakaat. 
 
Tempat-tempat yang disinggahi memiliki nilai sejarah kenabian yang sangat kuat, di antaranya:
 
Kota Madinah
 
Malaikat Jibril menjelaskan bahwa tempat ini akan menjadi tujuan hijrah Nabi di masa depan.
 
Kota Madyan
 
Lokasi yang pernah menjadi tempat persembunyian Nabi Musa AS dari kejaran pasukan Fir’aun.
 
Thuur Sina
 
Tempat bersejarah di mana Nabi Musa AS berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.
 
Baitul Lahm
 
Wilayah yang menjadi tempat kelahiran Nabi Isa AS.
 
Masjidil Aqsa
 
Titik akhir perjalanan darat sekaligus titik awal pendakian menuju langit.
 
Dalam menempuh perjalanan panjang ini, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada pilihan antara kebaikan dan keburukan. 
 
Beliau secara bijaksana memilih susu sebagai perlambang kesucian dan jalan yang diridhoi oleh Allah SWT, yang sekaligus menjadi tanda bahwa beliau beserta umatnya akan senantiasa berada di atas jalan kebenaran.

Perjalanan Menuju Langit Ketujuh


Setelah memimpin salat berjamaah di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril melesat menuju Sidratul Muntaha. 
 
Dalam pendakian melewati tujuh lapis langit tersebut, beliau dipertemukan dengan para nabi terdahulu:
 

Di langit pertama bertemu Nabi Adam AS.
Di langit kedua bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS.
Di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf AS.
Di langit keempat bertemu Nabi Idris AS.
Di langit kelima bertemu Nabi Harun AS.
Di langit keenam bertemu Nabi Musa AS.
Di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim AS.
 
Usai pertemuan dengan para nabi, beliau juga berkesempatan mengunjungi Baitul Makmur, yang merupakan tempat para malaikat melakukan ibadah kepada Allah SWT.
 
Baca juga: Doa Isra Mikraj Lengkap Beserta Tata Cara dan Kemuliaannya
 

Ditetapkannya salat 5 waktu bagi umat Islam

Hikmah yang paling besar dari peristiwa ini adalah penetapan kewajiban salat lima waktu. Salat ini berfungsi sebagai pengingat bagi setiap Muslim untuk selalu terhubung dengan Allah SWT di tengah kesibukan duniawi. 
 
Peristiwa ini juga menjadi bukti nyata atas kekuasaan Allah serta keteguhan iman Nabi Muhammad SAW dan menandai pentingnya ibadah salat lima waktu.
 
Untuk tahun ini, berdasarkan kalender Kementerian Agama (Kemenag), peringatan Isra Mikraj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026.

Hikmah Isra Mikraj


(Mi’raj), memiliki pesan mendalam bagi umat Islam. Berikut adalah hikmah yang terkandung dalam peristiwa tersebut sebagaimana dijelaskan Ali Muhammad Shalabi dalam Sirah Nabawiyah: ‘Irdlu Waqâi’ wa Tahlîl Ihdats, juz 1 halaman 209:
 
Pentingnya Berjuang dan Bersabar
 
Isra Miraj terjadi pada masa-masa sulit dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Pada tahun yang dikenal sebagai "Tahun Kesedihan" beliau kehilangan dua pendukung terbesarnya, yaitu istrinya Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib.
 
Dewi Khodijah sebagai istri tercinta, yang selalu mengorbankan jiwa, tenaga, pikiran, dan hartanya demi perjuangan Nabi. Lalu Abu Thalib, yang selalu melindungi Nabi dari kekejaman kaum Quraisy.
 
Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah SWT. Sehingga hati Nabi semakin mantap dan teguh dalam menyebarkan Agama Allah subhanahu wata’ala. 
 
Ini memberikan pelajaran kepada kita, bahwa siapa pun yang berjuang di jalan Allah, dan menegakkan agama Allah akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan baginya.
 
Salat 5 Waktu dengan Jiwa dan Hati yang Khusyu
 
Kedua, kewajiban menjalankan shalat lima waktu bagi setiap muslim. Musthofa As Siba’i dalam kitabnya, Sirah Nabawiyah, Durus wa Ibar, jilid 1 halaman 54 menjelaskan bahwa jika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat, sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (mi’raj) kepada Allah lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu’.
 
Dengan salat yang khusyu’, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah, sehingga ia tidak lagi menuruti syahwat dan hawa nafsu, malu untuk berkata kotor, dan sebaliknya lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan. 
 
Perjalanan Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha
 
Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW, dengan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Dalam sejarah, ini menjadi perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat. 
 
Kedudukan Masjid Al-Aqsa dalam Islam
 
Perjalanan Isra’ Mi’raj, terdapat penyebutan dua masjid umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita bahwa Masjidil Aqsha adalah bagian dari tempat suci umat Islam. 
 
Membela Masjidil Aqsha dan sekelilingnya sama saja dengan membela agama Islam.

Isra Mikraj 2026

Untuk tahun ini, berdasarkan kalender Kementerian Agama (Kemenag), peringatan Isra Mikraj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026.
 

(Syarifah Komalasari)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan