Amalan Hari Tasyrik (dok. Medcom)
Amalan Hari Tasyrik (dok. Medcom)

Penuh Keberkahan, Ini Amalan Utama di Hari Tasyrik yang Sayang untuk Dilewatkan!

Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 Mei 2026 15:02
Ringkasnya gini..
  • Hari Tasyrik merupakan hari dilarang berpuasa dan umat Islam dianjurkan menikmati makanan serta minuman sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
  • Amalan utama yang sangat dianjurkan meliputi memperbanyak takbir setelah shalat fardu, serta melafalkan tahlil, tahmid, dan zikir harian.
  • Doa di Hari Tasyrik berpeluang besar dikabulkan karena berbarengan dengan momentum puncak ibadah haji dan kurban yang penuh keberkahan meluas.
Jakarta: Sama halnya dengan Hari Raya Idulfitri, momentum Iduladha juga selalu disambut dengan penuh sukacita dan euforia oleh umat Muslim di seluruh dunia. Namun yang membedakannya, Iduladha tidak hanya dimeriahkan oleh pelaksanaan Salat Id dan gema takbir, melainkan juga dengan ibadah haji di Tanah Suci serta penyembelihan hewan kurban.
 
Tak sampai di situ, keistimewaan Iduladha juga berlanjut pada hari-hari setelahnya yang disebut sebagai Hari Tasyrik. Hari Tasyrik adalah tiga hari berturut-turut setelah hari nahar (10 Zulhijah), tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Secara bahasa, kata "Tasyrik" berasal dari kata syarraqa yang berarti matahari terbit atau menjemur sesuatu di bawah sinar matahari. Istilah ini merujuk pada tradisi masa lalu saat kaum Muslimin mengiris dan menjemur daging kurban di bawah terik matahari agar menjadi dendeng yang tahan lama, jauh sebelum adanya teknologi kulkas.
 
Pada hari-hari yang diberkahi ini, umat Islam dilarang keras untuk berpuasa dan justru diperintahkan untuk bergembira menikmati rezeki dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan zikrullah ta’ala.” (HR. Muslim)
 
Mengingat kedudukannya yang sangat istimewa, setiap amal kebaikan yang dilakukan pada waktu ini akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi di sisi Allah SWT. Berikut adalah amalan utama di Hari Tasyrik yang dianjurkan oleh para ulama untuk mempertebal spiritualitas kita:

Memperbanyak Takbir (Takbir Muqayyad)

Salah satu amalan yang paling utama selama Hari Tasyrik adalah mengumandangkan takbir. Imam Abu Hanifah dan para ulama menganjurkan umat Muslim untuk melafalkan takbir di dber shalat atau setiap kali selesai melaksanakan shalat fardu. Amalan ini didasarkan pada penafsiran sahabat Ibnu Abbas RA mengenai firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 203 untuk berzikir pada hari-hari tertentu yang merujuk pada Hari Tasyrik.

Memperbanyak Tahlil, Tahmid, dan Takbir

Selain takbir selepas shalat, umat Muslim juga dianjurkan untuk terus membasahi lidah dengan zikir umum di mana saja dan kapan saja selama tiga hari ini. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Baari menyampaikan sebuah riwayat dari Ibnu Umar RA yang memuat pesan Rasulullah SAW:
 
“Perbanyaklah tahlil (Laa ilaha illallah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allahu Akbar) pada Hari Tasyrik.”

Menikmati Hidangan Makanan dan Minuman sebagai Bentuk Ibadah

Berbeda dengan hari biasanya di mana menahan lapar (puasa) mendatangkan pahala, di Hari Tasyrik kamu justru mendulang pahala dengan cara makan dan minum. Menikmati olahan daging kurban bersama keluarga, kerabat, dan tetangga merupakan bentuk ketaatan dan ekspresi rasa syukur yang nyata atas limpahan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.

Memperbanyak Doa dan Amal Saleh Lainnya

Hari Tasyrik diyakini sebagai waktu yang sangat mustajab di mana doa-doa berpeluang besar untuk dikabulkan. Karena bumi sedang dipenuhi oleh nuansa syukur dan zikir, maka pintu-pintu langit dan terkabulnya doa akan terbuka lebar.
 
Hari Tasyrik masih termasuk dalam kesatuan hari-hari paling dicintai Allah untuk beramal saleh. Di waktu yang sama, jutaan jemaah haji sedang bermalam di Mina dan melempar jumrah sembari memanjatkan doa-doa yang makbul, sehingga keberkahan waktunya meluas ke seluruh dunia.
 
Ibnu Hajar Al-Asqalani juga mengutip pandangan Imam Ibn Jamrah yang menyatakan bahwa bentuk ibadah atau amal kebaikan apa pun (seperti bersedekah dan menyambung silaturahmi) yang dikerjakan pada Hari Tasyrik memiliki keutamaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika diamalkan di luar waktu tersebut.
 
Hari Tasyrik bukan sekadar hari libur atau waktu santai lanjutan pasca-Iduladha, melainkan ruang ibadah yang sarat akan makna penghambaan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. 
 
Mari manfaatkan tiga hari istimewa ini untuk memperkuat keimanan, memperbanyak doa kebaikan, serta merefleksikan rasa syukur melalui tindakan nyata dengan berbagi kepada sesama.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA