Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengatakan pihaknya saat ini memang fokus memperluas peluang kerja lulusan ke luar negeri, khususnya Jepang. Program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja serta dukungan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Kalau di dalam negeri kan biasa, tapi kita memang fokusnya ke pekerjaan di luar negeri untuk belakangan ini. Salah satunya Jepang," ujar Firdaus saat ditemui di SMKN 61 Kepulauan Seribu, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pada 2026 ini sudah ada 10 siswa yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti program penempatan kerja ke Jepang. Para siswa tersebut menjalani proses pelatihan dan akan diberangkatkan setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan.
| Baca juga: Kabar Baik! Program Magang dan Vokasi Nasional Lanjut di Semester II 2026, Siap Serap Ratusan Ribu Peserta |
"10 orang itu ke luar negeri melalui bantuan kementerian. Jadi karena metode bantuannya itu, siswa akan lebih mudah untuk ke luar negeri," katanya.
Firdaus menjelaskan, para lulusan yang bekerja di Jepang tidak hanya berasal dari satu bidang pekerjaan. Penempatan menyesuaikan kebutuhan industri, mulai dari sektor agribisnis perikanan, konstruksi, hingga bidang lainnya.
"Macam-macam, ada yang agribisnis perikanan, ada yang konstruksi. Memang tidak mutlak harus linier dengan bidang kompetensi yang ada di sekolah. Biasanya sesuai dengan kebutuhan yang ada di industri," jelasnya.
Saat ini, SMKN 61 Jakarta telah memiliki beberapa mitra untuk mendukung peluang kerja luar negeri. Khusus untuk Jepang, terdapat tiga mitra yang sudah berjalan, seperti Jish hingga Breksa.
Firdaus menegaskan, proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap karena siswa harus melalui pelatihan terlebih dahulu. Selain kompetensi kerja, kemampuan bahasa Jepang juga menjadi salah satu persiapan utama.
"Bahasa Jepang disiapkan. Biasanya difokuskan saat kelas 12 dan dilanjutkan ketika pelatihan sebelum keberangkatan," ujarnya.
Pendidikan Ketarunaan Jadi Bekal Kemandirian
Selain kemampuan teknis, SMKN 61 Jakarta membekali siswa dengan sistem pendidikan ketarunaan. Pola pendidikan ini bertujuan membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemandirian siswa sebelum masuk dunia kerja.Firdaus mengatakan salah satu tantangan terbesar ketika siswa bekerja di luar negeri adalah kesiapan mental untuk hidup jauh dari keluarga. "Yang jadi masalah ketika siswa berangkat ke luar negeri adalah kemandirian. Kemandirian yang tidak bisa jauh dari orang tua," katanya.
Karena itu, lingkungan sekolah yang menerapkan sistem asrama dan pembinaan karakter. Sistem ini dipercaya menjadi salah satu cara untuk melatih siswa agar lebih siap menghadapi kehidupan di luar negeri.
| Baca juga:
|
Diketahui, SMKN 61 Jakarta memiliki lima program keahlian, yaitu Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, serta Kuliner. Tiga jurusan di antaranya telah mendapatkan pengakuan internasional atau approval, yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Nautika Kapal Penangkapan Ikan.
Pengakuan tersebut membuat lulusan dari tiga jurusan itu memiliki ijazah yang diakui sesuai standar industri pelayaran internasional. Salah satu pengakuan itu diberikan International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).
Berada di kawasan kepulauan juga menjadi keunggulan tersendiri bagi SMKN 61. Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi mendapatkan pengalaman praktik langsung di laut sehingga memahami kondisi maritim secara nyata.
Dari sisi fasilitas, sekolah ini juga memiliki sarana pendukung seperti bridge simulator, engine simulator, dan laboratorium penunjang untuk meningkatkan kompetensi siswa sesuai kebutuhan industri. Firdaus menilai keberhasilan lulusan bekerja di luar negeri merupakan hasil kombinasi antara pembelajaran berbasis industri, fasilitas sekolah, pendidikan karakter, serta lingkungan belajar maritim yang autentik.
"Yang penting bukan hanya kompetensi teknis, tapi juga mental dan pengalaman maritim yang sesungguhnya," tutupnya.
| Baca juga: Link and Match Makin Nyata, Jhonlin Group Perkuat Pendidikan Vokasi di Tanah Bumbu |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda