Peluncuran buku 'Kontribusi Ilmuwan Diaspora dalam Pengembangan SDM Iptek dan Dikti, Medcom.id/Intan Yunelia.
Peluncuran buku 'Kontribusi Ilmuwan Diaspora dalam Pengembangan SDM Iptek dan Dikti, Medcom.id/Intan Yunelia.

Peran Diaspora Strategis Percepat Kemajuan Iptek Tanah Air

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 26 Maret 2019 20:17
Jakarta: Kemajuan negara-negara yang sudah maju saat ini tak terlepas dari peran para diasporanya. Di Indonesia, peran diaspora juga sama strategisnya sebagai penghubung kemajuan ilmu pengetahuan (iptek) Tanah Air.
 
"Teman-teman diaspora ini bekerja dan berkarir di negara-negara yang memang inti berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi dunia, mereka memang menjadi konektor dan jembatan bagi Indonesia," kata Deden Rukmana, diaspora Indonesia yang kini menjadi ilmuwan di Alabama University, Amerika Serikat di sela-sela peluncuran buku 'Kontribusi Ilmuwan Diaspora dalam Pengembangan SDM Iptek dan Dikti' di Hotel Atlet Century Park, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Dengan kerja sama negara dan diaspora, kata Deden, akan semakin mempercepat perkembangan iptek di Indonesia. Tak hanya kehadiran dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), namun juga dukungan kementerian-kementerian lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya belum melihat di kementerian lain. mereka masih meraba-raba dan tidak masif. Kalau masif dari bagian komponen bangsa itu akan mempercepat proses ini," terang Ketua Umum Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional periode 2018-2020 ini.
 
Baca:48 Ilmuwan Diaspora Mudik Diajak Susun Kebijakan
 
Ia memiliki keyakinan bahwa bangsa Indonesia bisa seperti negara-negara berkembang yang sudah maju. Diaspora yang sudah berkecimpung di negara-negara maju akan lebih mempermudah koneksi antarnegara maju dengan ilmuwan Indonesia.
 
"Karena kalau kita di core kita yang paling banyak get advantage of this development of this good things. Dan menjadi direct,ke mana berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Deden.
 
Pria lulusan Florida State University ini mencontohkan, negara Korea Selatan, India, Tiongkok, dan Vietnam yang dulunya sama-sama negara berkembang, sekarang memegang kendali masing-masing di dunia iptek. Hal tersebut lekas progresnya karena keterlibatan diaspora negara tersebut.
 
"Mereka kirim ilmuan-ilmuannya ke luar negeri, ke negara yang sudah bagus teknologinya dan itu ditransfer diaspora-diasporanya di situ dan membuat Korea menjadi maju seperti sekarang," tuturnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif