Mendikbud, Muhadjir Effendy saat Berbuka Bersama Forum Wartawan Pendidikan di Gedung Kemendikbud, Medcom.id.
Mendikbud, Muhadjir Effendy saat Berbuka Bersama Forum Wartawan Pendidikan di Gedung Kemendikbud, Medcom.id.

Instruktur Asing Perlu Tahu Realitas Pendidikan Indonesia

Pendidikan Kebutuhan Guru
Intan Yunelia • 14 Mei 2019 14:02
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, instruktur asing perlu datang langsungke Indonesia, untuk mengetahui realitas pendidikan di Tanah Air. Dengan begitu, mereka bisa menyesuaikan konsep pelatihan apa yang sesuai untuk diterapkan.
 
“Agar di dalam memberikan materi para instruktur tidak berdasarkan persepsi. Tapi betul-betul dia tahu realitas lapangan di Indonesia,” kata Muhadjir usai Buka Bersama dengan Forum Wartawan Pendidikan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin 13 Mei 2019.
 
Selama ini pemerintah sudah mempunyai program untuk mengirimkan para instruktur atau guru terbaik Indonesia ke luar negeri. Namun, instruktur asing di sana hanya mengetahui kondisi pendidikan Indonesia berdasarkan informasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi dia membayangkan Indonesia saja, kemudian apa yang dia bayangkan tentang Indonesia dan kemudian dia kasihkan kepada instruktur-instruktur kita. Tapi kalau dia datang ke sini bisa lihat sekolah kondisinya seperti apa, ruang belajarnya seperti apa, maka dia akan bisa memodifikasi, dan melakukan improvisasi terhadap pelatihan-pelatihan yang akan dia berikan kepada guru-guru kita,” papar Muhadjir.
 
Baca:Instruktur Guru Asing akan Gelar Pelatihan Berjenjang
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani berencana mengundang guru asing atau pengajar dari luar negeri untuk memberi pelatihan di Indonesia.
 
"Kita ajak guru dari luar negeri untuk mengajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia," kata Puan saat menghadiri diskusi Musyarawah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Bappenas, di Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019.
 
Lebih lanjut Puan menjelaskan, bahwa jika terkendala bahasa, akan disediakan banyak penerjemah serta perlengkapan alih bahasa. Ia meminta pihak yang berkepentingan, seperti sekolah untuk menyampaikan, pengajar seperti apa yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya, untuk dikoordinasikan dan didatangkan.
 
"Saat ini, Indonesia sudah bekerja sama dengan beberapa negara untuk mengundang para pengajar, salah satunya dari Jerman," ujar Puan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif