Almuni Unesa bagikan pengalaman Ramadan di Tiongkok. DOK Unesa
Almuni Unesa bagikan pengalaman Ramadan di Tiongkok. DOK Unesa

Ingin Kuliah di Tiongkok, Alumni Unesa Bagikan Pengalaman Ramadan di Shanghai Hingga Changchun

Pendidikan ramadan puasa Tiongkok Universitas Negeri Surabaya Ramadan 2022 Puasa 2022
Renatha Swasty • 28 April 2022 13:22
Jakarta: Menjalani puasa bulan Ramadan di Indonesia tentu berbeda dengan di negara lain. Apalagi, di negara yang umat muslimnya merupakan minoritas.
 
Namun, hal itu bukan halangan. Puasa tetap bisa berjalan lancar dan khidmat.
 
Salah satunya yang dirasakan alumni Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Abdul Muin. Ketua Divisi Olahraga Perhimpunan Mahasiswa Muslim Indonesia Shanghai (Permusim) 2020 itu menceritakan selama menjadi mahasiswa di Tiongkok, banyak acara buka bersama dari perkumpulan mahasiswa muslim yang berkuliah di Shanghai, Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perkumpulan itu seperti Ramadan Shanghai Tiongkok, Bukber KJRI, Bukber Kemerdekaan. Tidak hanya itu tetapi juga pelaksanaan tarawih serta lebaran yang terlaksana di Shanghai, Tiongkok juga dilakukan secara bersama-sama. Kekeluargaan sangat terasa,” cerita Abdul dalam seminar nasional dengan tema Ramadan di Tiongkok di Markas Pusat Bahasa Mandarin Unesa dikutip dari laman unesa.ac.id, Kamis, 28 April 2022.
 
Founder Permusim Shanghai Su'udut Tasdiq punya cerita berbeda. Dia menyebut menjalani bulan Ramadan di Tiongkok memberikan pengalaman spiritual tersendiri.
 
Tiongkok merupakan salah satu negara di mana muslim sebagai minoritas. Selain itu memiliki musim yang terbilang ekstrem.
 
Namun, kata dia, selama ini kalau soal makanan ada perbedaan jelas antara makanan haram dan halal. “Pengalaman seperti ini memberikan penguatan secara spiritual dan Ramadan terasa lebih bermakna,” ucap dia.
 
Pengurus PCINU Tiongkok 2018-2020 Erlina Anggraini menyebut ada tantangan sendiri menjalani puasa di Tiongkok. Mahasiswa North East University Changchun itu menyebut puasa lebih panjang ketimbang di Indonesia, sampai 17 jam.
 
Namun, berpuasa di lingkungan minoritas memiliki kenikmatan sendiri. Dia juga mudah menemui masjid dan acara buka bersama di masjid-masjid di Kota Changchun.
 
Kepala Pusat Bahasa Mandarin Unesa, Catur Supriyanto, menyampaikan acara tersebut bertujuan meneropong lebih dekat dan memahami suasana dan tradisi Ramadan umat muslim di Tiongkok. Peserta juga mendapatkan gambaran situasi dan perkembangan masyarakat di sana.
 
Hal itu dapat membantu peserta yang hendak menempuh pendidikan di Tiongkok. “Dari pemateri ini nanti kita dapat memahami tentang studi dan perkembangan negara dengan Ibu Kota Beijing ini secara langsung,” ujar dia.
 
Baca: Rekomendasi Dosen Unesa: Waktu, Durasi Hingga Jenis Olahraga Saat Bulan Puasa
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif