Pakar kesehatan University of Chicago Prof Benjamin Aribisala. Foto: Branda Antara
Pakar kesehatan University of Chicago Prof Benjamin Aribisala. Foto: Branda Antara

Pakar Universitas Chicago Paparkan Bahaya Kanker Payudara di Unhas

Pendidikan penelitian kanker payudara Riset dan Penelitian Unhas
Antara • 11 Mei 2022 13:09
Makassar:  Pakar kesehatan University of Chicago, Benjamin Aribisala memaparkan ancaman kanker payudara dalam kuliah tamu yang digelar Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Hasanuddin (Unhas) secara virtual, Rabu, 11 Mei 2022.  Benjamin dalam pemaparannya mengatakan kanker merupakan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh.
 
Hal ini, menurut dia, terjadi ketika mekanisme kontrol normal tubuh tidak berfungsi yang kemudian mempengaruhi organ seperti paru-paru, kulit, payudara dan sebagainya.  "Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian secara global. Kanker payudara merupakan penyakit paling umum di dunia," katanya.
 
Lebih dari dua juta kasus kanker payudara didiagnosis setiap tahun secara global. "Setiap 46 detik, seseorang meninggal karena kanker payudara. Terkadang, penyebabnya adalah faktor genetik, atau kebiasaan gaya hidup, hingga racun," sambung Benjamin, Rabu, 11 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Benjamin menambahkan salah satu langkah terpenting dalam memerangi kanker payudara adalah dengan diagnosis dini dan akurat. Kanker ini tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan pengobatan menjadi sulit setelah gejala muncul.
 
Untuk itu, penilaian risiko yang tepat sangat penting untuk mengurangi insiden dan kematian. Beberapa teknik komputasi telah dikembangkan untuk penilaian risiko kanker payudara di negara maju.
 
Sementara itu, Dekan FKep Unhas, Ariyanti Saleh dalam sambutannya mengatakan, kuliah tamu ini merupakan upaya internasionalisasi Fakultas Keperawatan Unhas menuju World Class Univesity.
 
"Unhas membuka kesempatan kepada tiap fakultas dan program studi untuk meningkatkan jumlah inbound students dan inbound lecturer, serta peningkatan jumlah kerja sama mitra luar negeri," jelas Ariyanti.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif