Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Zoom
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Zoom

Nadiem: Praktik Intoleransi Banyak Terjadi di Sekolah dan Kampus

Pendidikan toleransi beragama Nadiem Makarim Kemendikbudristek
Citra Larasati • 08 Mei 2021 22:32
Jakarta: Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem makarim mengaku miris dengan cukup banyaknya praktik intoleransi yang terjadi di sekolah maupun perguruan tinggi.  Padahal di setiap harinya, isu soal toleransi, menghargai dan menjaga kerukunan sudah sering diperbincangkan sehari-hari.
 
"Kita sebenarnya sudah sering membicarakan tentang toleransi, tentang saling menghargai dan menjaga kerukunan. Namun pada kenyataannya cukup banyak praktik intoleransi yang terjadi di sekolah dan kampus," kata Nadiem, dalam Webinar Puasa, Kemanusiaan, dan Toleransi, Sabtu, 8 Mei 2021.
 
Menurut Nadiem, sekolah dan perguruan tinggi sudah semestinya menjadi tempat untuk belajar.  Dari hal terkecil, cara menjaga toleransi, kata Nadiem, dapat dimulai dengan menghargai perbedaan teman di dalam kelas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:  Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Soal Pembatalan SKB Seragam Sekolah
 
Oleh karena itu, Kemendikbudristek terus bertekad untuk menghapuskan intoleransi yang menjadi salah satu dari tiga dosa besar di dunia pendidikan.  "Semua bentuk tiga dosa besar di dunia pendidikan Indonesia yakni intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual," sebut Nadiem.
 
Pendidikan, sambung Nadiem, harusnya bebas dari intoleransi, karena kreativitas, nalar kritis, dan inovasi hanya dapat berkembang jika peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia belajar dengan merdeka tanpa paksaan dan tekanan. "Itulah esensi dari Merdeka Belajar," imbuhnya.
 
Baca juga:  Tanggapan Kemendikbudristek Soal MA Batalkan SKB Seragam Sekolah
 
Nadiem meyakini, bahwa warga pendidikan ingin menjalankan ibadah dengan tenang, belajar tanpa paksaan, dan menjalin pertemanan dengan siapa saja.  Untuk itu, perlu ditanamkan dalam benak tentang rasa cinta terhadap perbedaan.
 
"Lalu tularkan kepada orang-orang di sekitar kita agar semua orang punya hak yang sama dalam agama, belajar, dan berkarya. Oleh karena itu mari bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bebas dari intoleransi yang akan mengakselerasi kemajuan bangsa kita," tegasnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif