Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kemendikbud Luncurkan Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kurikulum Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 09 Oktober 2020 14:41
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan buku panduan dan aplikasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka berjudul "Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0. Buku ini merupakan panduan dalam menerapkan program MBKM untuk merekonstruksi kurikulum sesuai perkembangan zaman.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud, Nizam mengatakan, bahwa perubahan kurikulum harus selaras dengan peran pendidikan tinggi sebagai transisi dari pendidikan ke dunia kerja. "Kurikulum harus betul-betul menyiapkan learning outcome.Jadi seorang sarjana itu harus bisa apa, skill apa yang harus dimiliki, dan kemampuan komunikasi seperti apa," kata Nizamdalam konferensi pers secara virtual, Jumat 9 Oktober 2020.
 
Menurut Nizam, setiap revolusi industri selalu disertai dengan hilangnya kompetensi lama, seiring dengan kemajuan teknologi mesin. Sehingga banyak pekerjaan lama yang hilang dan muncul pekerjaan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perguruan tinggi harus menyiyapkan para mahasiswa untuk menghadapi hal tersebut dengan nilai tambah yang lebih tinggi. "Kampus itu tidak cukup untuk menjadi tempat bagi mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan mengembangkan dirinya. Soft skills, hard skills, tidak mungkin hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran di dalam kampus," terang Nizam.
 
Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Aris Junaidi mengatakan, bahwa kebutuhan masyarakat serta pemangku kepentingan harus menjadi keharusan untuk selalu melakukan evaluasi dan reorientasi kurikulum secara reguler. Terlebih perguruan tinggi dan program studi saat ini ditantang untuk adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
 
"Buku panduan ini merupakan edisi keempat yang telah disempurnakan berdasarkan kebijakan dan tantangan pada kebijakan terbaru mengenai program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka," kata Aris.
 
Dalam buku itu kata Aris terdapat bimbingan pelaksanaan teknis maupun sosialisasi penyesuaian kurikulum. Landasan pemikiran penyusunan kurikulum hingga keterkaitannya dengan standar nasional pendidikan tinggi juga secara jelas disertakan dalam buku tersebut.
 
"Termasuk juga tahapan panduan pelaksanaan pembelajaran, strategi implementasi kurikulum dalam program Kampus Merdeka, penjaminan mutu di dalam kurikulum itu sendiri dibahas sangat detail sekali," jelasnya.
 
Bahkan, kata Aris, pengendalian dan bagaimana kampus bisa mengevaluasi kurikulum juga masuk dalam buku tersebut. Sehingga nantinya kampus dapat segera menerapkan penyusunan penyederhanaan kurikulum.
 
"Buku ini diperkaya diagramatis serta pemberian contoh pembelajaran per semester untuk memudahkan pembaca," tambah dia.
 
Baca juga:Dosen Janjikan Nilai A Bagi Mahasiswa Demo Tolak Omnibus Law
 
Buku panduan juga diiringi dengan aplikasi panduan. Dengan begitu saat buku itu diluncurkan maka aplikasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga diluncurkan.
 
"Ini adalah bentuk turut serta kami dalam menyukseskan Kampus Merdeka," ujar Aris.
 
Aris berharap, pengguna buku dan aplikasi membuat dosen dan mahasiswa bisa berkolaborasi. Hingga akhirnya mencapai tujuan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.
 
"Aplikasi juga sudah diuji coba dalam pelaksanaan kegiatan kampus mengajar perintis yang dilaksanakan oleh 2.500 mahasiswa," pungkas Aris.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif