Pengunjung mengamati sejumlah karya seni rupa yang dipamerkan dalam sebuah pameran, MI/Pius Erlangga.
Pengunjung mengamati sejumlah karya seni rupa yang dipamerkan dalam sebuah pameran, MI/Pius Erlangga.

UNS Kritisi Turunnya Animo akan Warisan Seni

Pendidikan pameran seni
Antara • 26 September 2018 14:26
Solo:  Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret (FSRD UNS) Surakarta mengkritisi animo masyarakat terhadap warisan seni dan budaya yang makin turun seiring dengan perkembangan zaman, melalui pergelaran Internasional Visual Culture Exhibition (IVCE) 2018 di Gedung 2 FSRD UNS.      
 
"Semua karya seni rupa yang ditampilkan pada IVCE ini mengusung tema yang sama yaitu "Transcoding" yang berarti sebuah tindakan untuk memproduksi hal baru dari materi yang sudah ada," kata Rektor UNS, Ravik Karsidi di Solo, Selasa, 26 September 2018.
 
Ia mengatakan, "Transcoding" adalah, bagaimana masyarakat bisa meremajakan warisan seni budaya dengan bentuk dan ide-ide yang kreatif.  "Ini merupakan sebuah kritik terhadap perubahan dan sangat  relevan dengan kondisi yang kita hadapi sekarang, yaitu era disrupsi 4.0. Selain itu, IVCE 2018 juga mengkritisi makin menipisnya sumber daya alam karena terus-menerus dieksploitasi," kata Ravik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, kata Ravik, para seniman juga harus mengikuti perkembangan zaman. Lebih baik lagi, jika mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.      
 
Sementara itu, Ketua Penyelenggara IVCE 2018, Sigit Purnomo mengatakan ada sekitar 20 perupa internasional yang berpartisipasi dalam pameran yang diselenggarakan selama enam hari tersebut, yaitu mulai tanggal 24-29 September 2018 ini.       
 
"Di antaranya ada dari Afganistan, Jerman, Malaysia, Shanghai, Phnom Penh, Toronto, Marseiles, dan New Zealand. Sedangkan perupa lokal kebanyakan berasal dari Surakarta dan Yogyakarta," sebut Ravik.     
 
Baca: 51 Maestro Seni Tradisi Terima Penghargaan
 
Ia mengatakan dalam proses seleksinya, FSRD UNS merekrut dua kurator eksternal dengan kualifikasi internasional yaitu Kurator Galeri Nasional Indonesia, A Sudjud Dartanto, dan Dosen Faculty of Applied and Creative Arts, UNIMAS Malaysia Yakup Mohamad Rafee.      
 
"Selain itu juga ada kurator internal, yang berasal dari FSRD UNS yaitu Narsen Affatara, Nanang Rizali, Bedjo Riyanto, dan Deny Tri  Ardianto," imbuhnya.      
 
Ia mengatakan masing-masing kurator memiliki standar penilaian yang berbeda sehingga proses seleksi makin ketat.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif