Perkecil Kesenjangan Kualitas Pendidikan

PR Pemimpin Daerah Terpilih Versi Anang Hermansyah

Whisnu Mardiansyah 27 Juni 2018 17:05 WIB
pilkada serentak
PR Pemimpin Daerah Terpilih Versi Anang Hermansyah
Anang Hermansyah, ANT/Wira Suryantala
Jakarta:Pilkada serentak hari ini digelar di 171 wilayah provinsi dan kabupaten/kota. Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah berharap, pilkada menghasilkan pemimpin yang peduli terhadap dunia pendidikan.  Terutama agar fokus pada bagaimana memperkecil kesenjangan yang terjadi antara pendidikan di daerah dan kota besar.

"Saya kira pilkada ini harus menghasilkan pimpinan daerah yang memiliki visi konkret bagi dunia pendidikan di daerah. Karena kunci pembangunan terletak pada penguatan sumber daya manusia (SDM)," ujar Anang dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Rabu 27 Juni 2018.


Masalah pendidikan, khususnya di daerah masih cukup timpang kualitasnya dibanding dengan pendidikan di kota besar. Seperti sarana insfratruktur, dan kebutuhan tenaga pendidik.

Inilah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi calon pemimpin di daerah, dalam mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan di daerah.

"Tugas pemimpin daerah harus memastikan kegiatan belajar mengajar di daerah kondusif dan menghasilkan kualitas yang bagus," tegas Anang.

Lebih lanjut Anang meminta calon kepala daerah yang terpilih nanti,  harus memastikan pendidikan di daerah mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SLTA tak ada pungutan biaya sekolah.

"Jadi, cari pemimpin yang memastikan tak ada pungutan dana pendidikan, dari PAUD hingga SLTA. Ini sederhana, tapi akan memberi dampak bagi anak didik di daerah," tegas Anang.

Anang menyayangkan, dalam pengamatannya di perdebatan visi misi kandidat kepala daerah, isu pendidikan belum ditempatkan sebagai isu penting dalam perhelatan pilkada di 171 daerah.

Padahal, pria berlatar belakang musisi itu menilai, pendidikan sebagai investasi yang memiliki nilai tinggi bagi pengembangan daerah.  "Saya melihat isu pendidikan belum menjadi perdebatan penting para kandidat kepala daerah, padahal dari pendidikan masa depan daerah akan dipertaruhkan," pungkasnya.



(CEU)