Mahasiswa. Foto: MI/Pius Erlangga
Mahasiswa. Foto: MI/Pius Erlangga

Kemendikbud: Wajib Militer Mahasiswa Wujud Bela Negara

Pendidikan pertahanan negara bela negara
Intan Yunelia • 12 November 2019 15:58
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai wajib militer merupakan salah satu wujud dari aksi bela negara. Rasa bela negara ini bukan hanya tanggung jawab tentara dan kepolisian, tetapi juga kewajiban warga negara Indonesia terutama kalangan kaum terpelajar.
 
“Cinta Tanah Air atau bela negara adalah kewajiban segenap warga bangsa apalagi bagi mahasiswa di perguruan tinggi,” kata Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Ismunandar saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 12 November 2019.
 
Ia mengatakan, metode bela negara bisa diaplikasikan dengan beragam cara. Wajib militer merupakan salah satu wujud bela negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Karena bela negara kini tidak hanya semata-mata perang secara fisik. Namun meliputi juga penguasaan Iptek (Ilmu pengetahuan dan teknologi) yang mumpuni atau dengan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa melalui profesi masing-masing,” ujar Ismunandar.
 
Rasa bela negara saat ini, dinilainya sangat penting, demi menjaga keutuhan bangsa di tengah ancaman ideologi asing yang meningkat. Yaitu ancaman melalui penyebaran ideologi transnasional yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
 
“Hal itu (ideologi transnasional) dilakukan melalui bermacam cara, misalnya berupa hoaks, ujaran kebencian dan upaya mengganggu negara dengan ancaman penggantian dasar falsafah bangsa dan bentuk negara dari NKRI menjadi negara Islam (khilafah), atau gangguan keutuhan bangsa,” papar Ismunandar.
 
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ingin Indonesia memiliki komponen cadangan pertahanan. Salah satu caranya dengan melibatkan mahasiswa mulai dari strata satu (S1), dua (S2), dan 3 (S3) dalam aksi bela negara.
 
"Tentunya harus diikutsertakan dalam kompetensi cadangan. Itu menyangkut pembentukan kekuatan cadangan kita yang akan mengandalkan kekuatan rakyat," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.
 
Untuk diketahui, ada enam negara Asia yang menerapkan wajib militer bagi warga berusia produktif. Pertama, Korea Selatan yang mewajibkan laki-laki berusia 18-35 tahun untuk mengikuti wajib militer dengan masa tugas 21 bulan.
 
Kedua, Korea Utara menerapkan wajib militer bagi laki-laki dan perempuan berusia 17 tahun. Masa tugasnya bervariasi, untuk laki-laki selama 10 tahun dan perempuan tujuh tahun.
 
Ketiga, Tiongkok yang menerapkan wajib militer bagi pria berusia antara 18-22 tahun dengan masa tugas 24 bulan atau dua tahun. Terakhir berasal dari negara Asia Tenggara, yakni Thailand, Singapura, dan Laos.
 
Thailand mewajibkan pria berusia 21-27 tahun untuk mengikuti wajib militer selama 22 hingga 24 bulan. Singapura menerapkan wajib militer selama 24 bulan untuk pria berusia 18 tahun. Dan Laos menerapkan wajib militer bagi pria berusia 18 tahun dengan masa tugas 18 bulan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif