Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) dan Rektor Telkom University, Adiwijaya (kanan). Foto: Tel-U/Humas
Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) dan Rektor Telkom University, Adiwijaya (kanan). Foto: Tel-U/Humas

Moral Mahasiswa Rentan Direcoki Radikalisme

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 27 Januari 2020 19:30
Jakarta: Paham radikalisme dinilai telah merusak moral mahasiswa. Nahasnya, paham yang merusak itu begitu dekat dengan dunia mahasiswa.
 
Salah satunya adalah radikalisme yang menyusup melalui penggunaan gawai. Tanpa disadari, paham radikalisme yang dapat berwujud berita bohong atau hoaks bisa mempengaruhi moral mahasiswa lewat genggaman.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Maka, pembekalan moral dirasa perlu untuk menjawab tantangan zaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selain knowledge dan skills yang dimiliki, kalian (mahasiswa) juga harus memiliki moral. Karena dengan adanya moral yang baik kalian tidak akan mudah terpapar radikalisme,” kata Suhardi, saat mengisi kuliah umum di Aula Fakultas Ilmu Terapan Telkom University, Bandung, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Menurut Suhardi dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin, 27 Januari 2020, masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada di tangan generasi muda. Suhardi menjelaskan, mahasiswa harus lebih waspada terhadap radikalisme.
 
“Melalui smartphone, kalian bisa mengakses apapun, di sini kami berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu waspada dan tetap mempertahankan semangat nasionalisme di dalam diri masing-masing,” ucapnya.
 
Terpisah, Rektor Telkom University, Adiwijaya berharap, kuliah umum bertajuk "Pencegahan serta Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme" ini akan membuat mahasiswanya paham terhadap bahaya radikalisme. Hingga akhirnya memilki pemahaman dalam pencegahan radikalisme.
 
“Dengan jumlah sivitas akademika di Telkom University yang begini besar, memang tidak mudah untuk kita memonitor setiap individu agar tidak mudah terpapar radikalisme, melalui BNPT ini kami berharap pendekatan yang dilakukan oleh kepala BNPT saat ini bisa bermanfaat bagi seluruh sivitas akademika," pungkas Adiwijaya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif