Ilustrasi guru. DOK Puslapdik Kemendikbud
Ilustrasi guru. DOK Puslapdik Kemendikbud

Hari Guru Sedunia Diperingati 5 Oktober, Apa bedanya dengan Hari Guru Nasional?

Renatha Swasty • 04 Oktober 2022 11:25
Jakarta: Dunia memperingati Hari Guru Sedunia tiap 5 Oktober. Peringatan untuk memberikan dukungan kepada guru-guru di seluruh dunia.
 
Namun, peringatan hari guru di sejumlah negara tak selalu sama pada 5 Oktober. Salah satunya Hari Guru Nasional Republik Indonesia yang diperingati tiap 25 November 2022.
 
Bagaimana hari guru di Indonesia bisa dirayakan berbeda dengan dunia? Simak artikelnya dikutip dari laman Zenius:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hari Guru Sedunia diperingati pertama kali pada 5 Oktober 1994. Penetapan Hari Guru sedunia ini berdasarkan penandatanganan dokumen UNESCO terkait status guru di dunia.
 
Dalam dokumen yang ditandatangani dijelaskan standar perekrutan, pelatihan guru di dunia, dan kondisi pekerjaan guru bisa diadvokasi. Hari Guru Sedunia juga menjadi tolok ukur terkait hak, tanggung jawab, rekrutmen, dan kegiatan belajar mengajar.
 
Sementara itu, Hari Guru Nasional ditetapkan bertepatan dengan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sesuai Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Organisasi ini menjadi bukti semangat perjuangan guru di zaman Belanda yang sebelumnya bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
 
PGRI didirikan untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan kegiatan di bidang pendidikan. Serta, bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperjuangkan kesejahteraan guru.
 
Tujuan Hari Guru Nasional untuk memperingati ulang tahun PGRI sebagai wujud penghormatan dan dukungan kepada guru di seluruh Indonesia. Peringatan ini untuk memberikan apresiasi bagi guru atas jasa-jasanya selama mengajar.
 
Hari guru menjadi peringatan penting sebagai bentuk dari apresiasi dan kepedulian terhadap guru. Sebagian besar masyarakat memaknai Hari Guru Nasional sebagai momen untuk menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangan guru dalam mengajar dan membimbing siswa.
 
Tidak hanya memberikan pemahaman tentang materi pelajaran, guru juga berperan menjadi teladan bagi siswa, membimbing, dan mendidik mereka agar berperilaku baik. Tradisi Jawa menyebut guru sebagai akronim dari “digugu lan ditiru” yang berarti orang yang dipercaya dan diikuti.
 
Hari Guru Nasional memiliki makna sebagai bentuk penghormatan dan menunjukkan penghargaan terhadap guru. Tentunya, setiap guru, siswa, sekolah, atau orang-orang sekitar memiliki cara berbeda-beda untuk menunjukkan penghargaan tersebut.
 
Namun, terpenting memaknai peringatan Hari Guru Nasional sebagai momen untuk menghargai peran guru dalam mengembangkan pendidikan. Terima kasih Bapak dan Ibu guru atas jasa dan perjuangannya dalam memberikan pembelajaran yang bermakna dan terbaik untuk siswa.
 
Semoga Bapak dan Ibu guru bisa terus mengembangkan potensi yang dimiliki agar dapat mengambil peran dalam pemulihan pendidikan di masa pandemi ini.
 
Baca juga: Nadiem Akui Peran PGRI Dalam Melahirkan Generasi Pendidik Unggul dan Tangguh 

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif