Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Kemendikbud: Kuliah Daring Jadi Pengayaan Pascapandemi

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 12 Mei 2020 18:16
Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) menjadi momentum peningkatan intensihtas pembelajaran daring. Harapannya, budaya baru dalam pembelajaran ini tetap dapat dilanjutkan pascapandemi covid-19.
 
"Nantinya setelah pandemi ini berakhir, pembelajaran daring akan tetap menjadi pengayaan," kata Plt. Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam dalam keterangannya, Selasa 12 Mei 2020.
 
Namun, kata Nizam, pendidikan tatap muka tetap diperlukan. Karena pendidikan tidak hanya proses soal mentransfer ilmu, tapi juga harus ada interaksi langsung di dalamnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guru besar Fakultas Teknik UGM Ini juga menyebut, pandemi dapat mempercepat penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Contohnya dapat dilihat saat pembuatan alat ventilator untuk pasien covid-19.
 
"Biasanya membutuhkan waktu 1-2 tahun, kini dalam waktu singkat dapat diselesaikan. Ini menjadi contoh positif yang juga memanfaatkan pembelajaran jarak jauh," jelas Nizam.
 
Baca juga:ITB Kembangkan Alat Disinfeksi APD untuk Tenaga Medis
 
Meskipun membatasi ruang gerak manusia, namun Nizam tetap memandang sisi positif dari penyebaran covid ini. Pengaplikasian pembelajaran daring harus membuat seluruh pihak belajar dan beradaptasi dalam waktu singkat.
 
"Covid-19 ini memaksa banyak pihak untuk beradaptasi dengan pembelajaran daring dalam waktu yang sangat cepat. Saat ini perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia telah melakukan pembelajaran daring dengan baik. Meskipun ada keluhan kendala pada koneksi, namun semua berjalan baik," ungkap Nizam.
 
Berkaca dari pembelajaran daring di negara lain, Indonesia memang belum dikatakan sempurna. Nizam mengungkapkan, pembelajaran daring di Indonesia masih perlu penguatan dari berbagai sisi.
 
"Misalnya perguruan tinggi harus menyiapkan back up bagi mahasiswa dan mentor atau tutor harus siap menjawab semua pertanyaan dari mahasiswanya. Pembelajaran jarak jauh tidak cukup hanya melalui kuliah daring dan unggah materi perkuliahan, namun asesmen juga perlu dilakukan secara daring," tuturnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif