Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi Sentra Vaksinasi Serviam di sekolah Santa Ursula Jakarta, Selasa, 28/12/2021. Istimewa
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi Sentra Vaksinasi Serviam di sekolah Santa Ursula Jakarta, Selasa, 28/12/2021. Istimewa

Vaksinasi Anak Diharapkan Bantu Sukseskan Pembelajaran Tatap Muka

Arga sumantri • 29 Desember 2021 10:43
Jakarta: Pemerintah terus memperluas cakupan vaksinasi demi menguatkan imunitas masyarakat dalam penanganan pandemi covid-19 di Indonesia. Setelah kelompok tenaga kesehatan, lansia, dewasa, ibu hamil dan remaja, kini vaksinasi diperluas kepada kelompok anak-anak usia 6 sampai 11 tahun.
 
Program vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun dimulai sejak, Selasa 14 Desember 2021. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, sejauh ini antusiasmenya cukup tinggi. 
 
Tercatat, hingga 27 Desember pukul 18.00 WIB, total vaksinasi dosis 1 tercatat sebanyak 157.246.796 dosis atau 75,50 persendari target. Sedangkan, vaksinasi dosis 2 tercatat sebanyak 111,168,620 dosis atau 53,38 persen dari target.

"Alhamdulillah sekarang target dosis ke dua di atas 40% sudah tercapai,” ungkap Airlangga dalam keterangannya, Rabu, 29 Desember 2021.
 
Baca: SKB 4 Menteri Mutakhirkan Model PTM Terbatas
 
Airlangga berharap tingginya angka vaksinasi anak usia 6-11 tahun membuat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah bisa dimulai dan berjalan dengan baik. Menurut dia, ada beberapa kerugian yang dialami ketika melakukan sekolah daring.
 
"Karena selama 2 tahun sekolah daring tentu ada skill yang hilang, terutama untuk sosialisasi, khususnya kehidupan sosial dengan teman-teman sebayanya," tutur Airlangga.
 
Adanya vaksinasi yang ditargetkan kepada kelompok anak usia 6 sampai 11 tahun ini meningkatkan laju rata-rata harian vaksinasi di Indonesia. Total sebanyak 2.324.644 dosis telah disuntikan kepada anak usia 6-11 tahun.
 
"Ke depannya, sentra vaksinasi yang lebih mobile dibutuhkan agar semua masyarakat bisa segera divaksinasi," ungkapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA