Sebuah momen yang menandai berakhirnya penahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga magrib. Doa berbuka puasa memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak ketika berbuka. Momen ini menjadi waktu mustajab ketika pintu rahmat Allah SWT terbuka lebar bagi hamba-Nya yang telah berpuasa sepanjang hari.
Namun, tidak sedikit umat Islam yang masih bertanya-tanya mengenai lafal doa berbuka puasa yang benar. Berbagai riwayat dari para sahabat Rasulullah SAW mencatat beberapa doa yang berbeda.
Perbedaan ini bukan merupakan pertentangan, melainkan kekayaan khazanah Islam yang memberikan pilihan kepada umat dalam beribadah. Berikut rangkuman doa berbuka puasa yang dikutip dari laman NU Online:
Doa berbuka puasa
1. Doa Berbuka dari Riwayat Mu’adz bin Zuhrah
Berikut doa berbuka yang diriwayatkan dari sahabat Mu'adz bin Zuhrah:اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu
Artinya: "Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka."
2. Doa Berbuka dari Riwayat Abdullah bin ‘Umar
Sahabat Abdullah bin Umar meriwayatkan doa berbuka sebagai berikut:ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah
ArtinyaL “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah."
3. Doa Berbuka menurut Kitab I'anah at-Thalibin
Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi dalam kitab Hasyiyah I'anah at-Thalibin juz 2 halaman 279 memberikan penjelasan mengenai penggunaan kedua doa tersebut. Dia menekankan doa utama yang disunnahkan adalah lafal dari riwayat Mu'adz bin Zuhrah.Sementara itu, doa dari riwayat Abdullah bin Umar ditambahkan khusus ketika seseorang berbuka puasa dengan menggunakan air. Hal ini menunjukkan adanya adab dan konteks tertentu dalam pengamalan doa berbuka. Berikut penjelasannya:
وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.
“Disunahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'."
4. Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna
Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna mencatat doa berbuka yang lebih lengkap, menggabungkan berbagai lafal menjadi satu kesatuan sebagai berikut:اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu.
"Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya."
Keutamaan membaca doa berbuka puasa
Mengutip laman baznas.go.id, mengamalkan doa berbuka puasa sesuai ajaran Rasulullah SAW memiliki keutamaan sangat besar. Salah satu keistimewaannya adalah momen berbuka merupakan waktu tepat untuk berdoa kepada Allah SWT.Rasulullah SAW bersabda: "Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang yang sedang berpuasa saat berbuka, doa pemimpin yang berlaku adil, dan doa orang yang dizalimi." (HR. Tirmidzi).
Selain itu, dengan mengamalkan doa berbuka puasa mengikuti sunah Rasul, umat Islam turut meneladani perilaku Rasulullah SAW yang senantiasa mengiringi setiap kegiatan dengan doa dan zikir. Hal ini melatih jiwa untuk selalu ingat kepada Allah SWT, termasuk saat menikmati hidangan berbuka puasa.
Keutamaan lainnya yang tidak kalah penting adalah meraih ganjaran pahala yang berlimpah. Bukan hanya mendapat pahala dari ibadah puasa itu sendiri, tetapi juga mendapat pahala karena mengikuti sunah Rasulullah yang dijanjikan akan memperoleh syafaat beliau di hari akhir.
Tata cara membaca doa berbuka puasa
Agar doa berbuka puasa yang diamalkan sesuai sunah dan mendatangkan keberkahan, berikut adalah tata cara yang dianjurkan:1. Segera berbuka saat magrib tiba
Rasulullah SAW mengajarkan untuk menyegerakan berbuka segera setelah masuk waktu magrib dengan mengawalinya membaca doa berbuka terlebih dahulu.2. Memilih makanan manis untuk berbuka
Sunah Rasulullah adalah memulai berbuka dengan kurma atau air putih, sambil melafalkan doa berbuka puasa sesuai dengan ajaran Rasulullah.3. Berdoa dengan khusyuk
Membaca doa berbuka dengan penuh penghayatan, memohon berkah serta rida dari Allah SWT atas ibadah yang telah dilaksanakan.4. Memulai dengan basmalah
Sunnah yang juga dianjurkan adalah mengawali makan dan minum dengan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim" sebagai ungkapan atas berkah yang Allah SWT berikan.5. Mengungkapkan rasa syukur setelah berbuka
Menyadari besarnya nikmat dan karunia Allah SWT, hendaknya diakhiri dengan ucapan syukur dan hamdalah setelah selesai berbuka puasa.Nah, Sobat Medcom itulah informasi mengenai doa berbuka puasa beserta keutamaan dan tata caranya. Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News