Pelaporan terkait unggahan di media sosial soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) di Masjid UGM.
Ade Armando dilaporkan bersama-sama dengan Sekretaris Dewan PSI Grace Natalie dan konten kreator Permadi Arya alias Abu Janda. Saat itu, pidato JK menjelaskan perihal konflik di Poso dan Ambon sebagai refleksi atau pelajaran terkait pentingnya menjaga kerukunan umat beragama.
Aliansi menilai Ade Armando, Grace, dan Abu Janda menyebarkan pernyataan JK yang terpotong. Sehingga, memunculkan konklusi bernada negatif yang menimbulkan keresahan antarumat beragama.
Terkait itu, Ade Armando menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Selasa, 5 Mei 2026. Ade menyebut keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas berbagai kontroversi yang menyeret namanya dan berdampak pada PSI.
Sebenarnya, siapa Ade Armando? Yuk intip, berikut ini profil lengkapnya:
Profil dan pendidikan Ade Armando
Ade Armando lahir di Jakarta pada 24 September 1961. Dia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota Bogor, mulai dari SD Banjarsari I, SMP Negeri 2 Bogor, hingga SMA Negeri 2 Bogor.Setelah lulus SMA, Ade melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Minatnya terhadap media dan komunikasi membuatnya memilih jurusan Ilmu Komunikasi.
Ade Armando dikenal sebagai dosen tetap di FISIP UI sejak 1990-an. Dia menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia serta meraih gelar Master of Science dalam bidang Population Studies dari Florida State University, Amerika Serikat (AS). Ade juga memperoleh gelar Doktor dari UI pada 2006.
Dia merupakan anak bungsu dari pasangan Mayor Jus Gani dan Juniar Gani. Ayahnya merupakan diplomat yang pernah bertugas sebagai atase Kedutaan Besar Republik Indonesia di Maroko dan Filipina.
Baca Juga :
Ade Armando Tak Soal Dituding Cari Sensasi
Karier jurnalis dan akademik
Ade Armando aktif di bidang jurnalistik sejak 1980-an. Dia pernah menjadi bagian dari redaksi Jurnal Prisma, bekerja sebagai redaktur di LP3ES, serta menjadi redaktur di harian Republika.Dia juga memiliki pengalaman di bidang riset dan pengawasan media. Ade pernah menjabat sebagai Manajer Riset Media di Taylor Nelson Sofres dan Direktur Media Watch & Consumer Center.
Di lingkungan akademik, Ade dipercaya menjadi Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi FISIP UI pada periode 2001–2003. Dia pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2004–2007, serta terlibat dalam tim asistensi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran dan RUU Pornografi.
Ade juga mengajar Program Pascasarjana di Universitas Pelita Harapan (UPH). Dia juga pernah menjabat berbagai kepemimpinan di sejumlah lembaga terkemuka, termasuk Saiful Mujani Research and Consulting dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
Masuk dunia politik hingga jadi komisaris
Ade Armando masuk ke dunia politik dan bergabung dengan PSI pada 2022. Saat itu, dia dipercaya sebagai juru bicara partai.Pada tahun yang sama, Ade Armando pernah menjadi korban pengeroyokan saat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) demo di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada 11 April 2022. Pelaku pengeroyokan diketahui bukan bagian dari kelompok mahasiswa.
Pada 2023, Ade pernah dilaporkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh Aliansi Masyarakat Jogja Istimewa. Ia dilaporkan karena diduga melakukan ujaran kebencian kepada Sri Sultan HB X terkait pernyataannya yang menyinggung Yogyakarta menerapkan dinasti politik.
Pada Pemilu 2024, Ade maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta II, tetapi belum berhasil meraih kursi di parlemen.
Ade Armando ditunjuk sebagai Komisaris PT PLN Nusantara Power (anak usaha PLN) per Juli 2025. Saat ini dia juga tercatat sebagai sebagai Pemimpin Redaksi Cokro TV dan pembawa acara program 'Logika Ade Armando'.
Ade sangat vokal di media sosial. Pernyataannya kerap menarik perhatian publik dan memicu perdebatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News