Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid  Taklimat Media Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Gedung Kemendikbud Jakarta (13/9).  Foto: Medcom.id/ Muhammad Syahrul Ramadhan
Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid Taklimat Media Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Gedung Kemendikbud Jakarta (13/9). Foto: Medcom.id/ Muhammad Syahrul Ramadhan

Pekan Kebudayaan Nasional 2019 Beri Ruang untuk Difabel

Pendidikan budaya
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 September 2019 17:40
Jakarta: Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 akan diselenggarakan pada 7-13 Oktober 2019. Ada yang istimewa dalam penyelenggaraan PKN tahun ini, yaitu melibatkan para penyandang disabilitas (difabel) untuk unjuk talenta.
 
Gelaran ini merupakan implementasi dari agenda strategi pemajuan kebudayaan dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2019.
 
"Menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif," kata Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 13 Jumat 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hilmar menambahkan, belum lengkap ketika berbicara inklusif namun tidak melibatkan disabilitas. Untuk itu PKN 2019 ini juga akan memberi ruang untuk para penyandang disabilitas (difabel), karena selama ini mereka belum terwadahi.
 
"Karena ruangannya belum ramah, terutama di kebudayaan. Kami mau afirmasi, mengangkat untuk melihat bahwa banyak sekali talenta muncul dari teman-teman ini. Kebudayaan kita tidak lengkap kalau mereka belum diberi ruang," terangnya.
 
Perhelatan perdana ini mengusung tema "Ruang Bersama Indonesia Bahagia". Tema tersebut mengacu Stanza kedua dati lagu Indonesia Raya tiga Stanza yaitu "Marilah Kita Mendoa Indonesia Bahagia".
 
AcaraPKN 2019 akan digelar di Istora, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Ada lima kegiatan utama dalam penyelenggaraan PKN 2019. Kelima kegiatan tersebut adalah kompetisi permainan rakyat, konferensi pemajuan kebudayaan, ekshibisi kebudayaan, pergelaran karya budaya bangsa, dan pawai budaya.
 
Untuk kompetisi permainan rakyat, kata Hilmar, berbasis objek pemajuan kebudayaan dari daerah hingga pusat. melibatkan banyak pihak mulai dari Provinsi hingga ke sekolah. Permainan rakyat yang dilombakan antara lain, Gobak Sodor, Terompah Panjang, Engrang dan Lari Balok.
 
Sementara untuk ekshibisi kebudayaan akan ditampilkan kekayaan budaya dari 34 provinsi, intervensi Kementerian/Lembaga dalam pemajuan kebudayaan. Wastra Nusantara, Warisan Budaya Tak Benda, Warisan Dunia hingga desa Percontohan Pemajuan Kebudayaan.
 
Untuk desain dan tata ruang pada penyelenggaraan PKN 2019 tidak lepas dari nuansa kekayaan budaya Indonesia. Secara konsep, visual ruang luar area Istora Senayan nantinya akan didesain dengan mengambil simbol-simbol budaya yang dimiliki Indonesia.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif