Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi

Ujian Sekolah Diminta Berpedoman Pada Permendikbud

Sekolah Pertanyakan Pedoman Pelaksanaan Ujian Sekolah

Pendidikan Ujian Sekolah
Ilham Pratama Putra • 23 Januari 2020 15:58
Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) tidak lagi mengeluarkan pediman atau Prosedur Operasional Standar (POS) pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk tahun ini. Menyusul kebijakan diserahkannya mandat penyelenggaraan Ujian Sekolahtak lagi berstandar nasional dan dikembalikan kepada satuan pendidikan (sekolah) mulai tahun ini.
 
Kepala Seksi Pembelajaran Subdit Kurikulum, Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud, Setiawan Witaradiya mengimbau agar sekolah tak risau dengan tidak adanya lagi POS yang ditetapkan dalam pelaksanaan ujian sekolah tahun ini. Sekolah, kata Setiawan, tetap dapat berpedoman pada Permendikbud nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
 
"Banyak sekali pertanyaan yang ditanyakan dari Kabupaten/Kota, maupun langsung dari sekolah kepada kita (Kemendikbud). Kita menjawabnya ya seperti itu. Kita tidak membuat pedoman, kita tidak buat aturan (POS). Tapi aturan itu ada di Permendikbud itu," kata Setiawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, sekolah juga bisa berpedoman pada Permendikbud nomor 43 tahun 2015. Dalam permendikbud tersebut diatur soal penyelenggaraan ujian yang diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional (UN).
 
"Mandat ujian sekolah sepenuhnya ada di tangan satuan pendidikan. Termasuk dalam format penilaian," lanjut dia.
 
Penilaian bisa dilakukan dengan empat macam metode. Di antaranya melihat portofolio, penugasan, tes tertulis atau bentuk kegiatan lain yang ditetapkan satuan pendidikan.
 
Terkait bentuk empat macam ujian itu, kata Setiawan, Kemendikbud tidak menetapkan standar tertentu. Karena hal itu telah diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah.
 
Jika ada sekolah yang menerapkan ujian tertulis. Setiawan merekomendasikan materi mungkin saja diambil dari pembelajaran pada kurikulum 2013.
 
"Selama kurikulum itu belum dihapus, berarti masih berlaku. Apabila nanti ada kurikulum 2020, maka digunakan kurikulum 2020," tuturnya.
 
Sebelumnya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tidak lagi membuat panduan untuk pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mulai tahun ini. Keputusan merupakan tindak lanjut kebijakan dikembalikannya kewenangan menggelar ujian sekolah sepenuhnya kepada satuan pendidikan atau sekolah.
 
Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 43/2019 tentang tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional yang ditandatangani Mendikbud 10 Desember 2019.
 
“Merujuk Permendikbud 43/2019 tersebut, maka BSNP tidak lagi membuat panduan untuk pelaksanaan USBN,” ujar Ketua BSNP, Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif