“Jumlah secara keseluruhannya kalau usia sekolah hampir 50 ribuan. Tahun ini yang habis kita dorong ke sekolah sekitar 18 ribuan,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Supriano saat memberangkatkan 94 orang guru nonPNS ke Malaysia, di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.
Karena kondisi tersebut, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah sepakat untuk menyediakan wadah belajar anak Indonesia melalui Community Learning Center (CLC). Keberadaan CLC merupakan upaya untuk memenuhi hak asasi anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan dasar.
Selain pemerintah, tentu harus ada kerja sama dengan orang tua dan anak. “Kan ini harus kerja sama dengan orang tuanya. Harus ada keinginan juga dia mau belajar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa semua anak Indonesia mempunyai kesempatan yang sama mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Kondisi wilayah geografis bukan kendala bagi mereka mendapatkan akses yang sama di dunia pendidikan.
“Ada yang ke ITB, IPB, UGM. Artinya anak-anak kita ini walaupun dia posisinya di mana kalau diintervensi dengan pendidikan yang baik dia juga punya kemampuan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News