Ilustrasi gempa. Medcom
Ilustrasi gempa. Medcom

Mengenal Litosfer, Lapisan Terluar Bumi Tempat Terjadinya Fenomena Alam

Medcom • 19 Mei 2022 21:39
Jakarta: Bumi terdiri dari empat lapisan. Lapisan terdalam ialah inti bumi, yaitu bola tebal berdiameter 1.300 kilometer (inti bumi dalam) sampai 2.000 kilometer (inti bumi luar) dengan suhu mencapai 2.200 derajat celcius (inti bumi luar) hingga 4.000 derajat celcius (inti bumi dalam).
 
Di luar inti bumi, terdapat mantel bumi yang merupakan lapisan paling tebal. Lapisan yang mayoritas terdiri dari besi, silikat, dan magnesium ini tebalnya bisa mencapai 2.900 kilometer dengan suhu setinggi 3.000 derajat celcius.
 
Lapisan bumi terluar ialah kerak bumi. Lapisan ini terbagi lagi menjadi dua macam, yaitu kerak benua dan kerak samudra yang suhunya sama-sama mencapai 1.200 derajat celcius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bedanya, kerak benua tersusun dari batuan granit yang tebalnya mencapai 20-70 kilometer. Sedangkan kerak samudra, tersusun dari batuan basalt yang tebalnya hanya 5-10 kilometer.
 
Bagian kerak bumi yang meliputi sedikit mantel bumi ini disebut sebagai litosfer. Karakteristik litosfer merupakan yang paling tipis, namun paling kuat ketimbang lapisan bumi lainnya.
 
Litosfer merupakan tempat terjadinya berbagai fenomena alam. Seperti erupsi gunung api, gempa bumi, dan erosi.
 
Litosfer juga disebut sebagai lapisan silikat karena mengandung banyak unsur silikat. Secara harfiah, litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos yang berarti batuan dan sphere yang bermakna lapisan.
 
Sesuai namanya, litosfer terbentuk dari batuan dan mineral. Lantas, batuan apa sajakah yang membentuk lapisan litosfer? Dikutip dari Zenius, berikut pembahasan mengenai susunan litosfer:

Batuan Beku

Salah satu jenis batuan yang merupakan penyusun litosfer ialah batuan beku. Sesuai namanya, batu ini terbentuk dari magma yang mengalami pembekuan atau pendinginan.
 
Berdasarkan tempat terbentuknya, batuan beku terbagi menjadi tiga macam. Yaitu batuan beku dalam (plutonik), batuan beku korok (hypo-abyss), dan batuan beku luar (efusif).
 
Plutonik merupakan jenis batuan yang mengalami pembekuan saat masih berada di dalam bumi atau dapur magma. Proses pembekuan itu sangat lama, sehingga menghasilkan kristal yang sempurna. Contoh batuannya antara lain granit, diorit, gabro, dan peridotit.
 
Hypo-abyss mengalami pembekuan di saluran gunung berapi. Pembekuan itu relatif lebih cepat daripada batuan plutonik, sebab suhunya tak sepanas di dapur magma. Contoh batuannya adalah granit profirit dan diorit profirit.
 
Efusif mengalami pembekuan ketika magma sudah keluar dan menjadi lava. Sebelum membeku, batuan mengalami proses vulkanisme terlebih dulu.
 
Proses pembekuannya berlangsung sangat cepat, sehingga batuan yang dihasilkan tidak mengkristal. Contoh batuannya antara lain basalt, andesit, obsidian, dan batu apung.

Batuan Sedimen

Batuan sedimen berasal dari batuan beku yang mengalami proses pelapukan. Pelapukan itu lantas terangkut oleh air, udara, atau es, hingga akhirnya mengendap menjadi batuan sedimen.
 
Berdasarkan sifat pelapukannya, batuan ini dibedakan menjadi tiga macam. Pertama, batuan mekanik yang merupakan endapan dari batu-batuan yang hancur. Contohnya breksi, konglomerat, dan batu pasir.
 
Kedua, batuan kimiawi yang berasal dari larutan terendapkan. Contohnya adalah batu kapur dan batu gips.
 
Ketiga, batuan organik yang berasal dari endapan organisme. Contohnya adalah batu koral dan batu gamping.
 
Sementara itu, berdasarkan mediumnya, batuan sedimen juga dibedakan dibedakan menjadi tiga macam. Yaitu batuan aeris, glasial, dan akuatis.
 
Aeris merupakan batuan yang endapannya dibantu oleh angin. Salah satu contohnya, tanah pasir seperti di gurun.
 
Glasial merupakan batuan yang terendapkan oleh es. Salah satu contohnya, moraine.
 
Adapun akuatis adalah batuan yang endapannya dibantu oleh air. Beberapa contoh batuan ini antara lain breksi dan konglomerat.

Batuan Metamorf

Jenis batuan terakhir yang menjadi penyusun litosfer ialah batuan metamorf. Batuan ini berasal dari batuan beku atau sedimen yang berubah bentuk akibat perubahan tekanan atau suhu.
 
Batuan metamorf memiliki tiga jenis. Pertama, batuan metamorf kontak yang terbentuk ketika suatu batuan terkena suhu yang sangat tinggi.
 
Batuan itu mulanya mencair terlebih dahulu, kemudian mendingin membentuk batuan baru. Contohnya adalah marmer, kuarsit, dan antrasit.
 
Jenis batuan metamorf selanjutnya, dinamo yang ketika suatu batuan berada pada lingkungan dengan tekanan tinggi. Salah satu contohnya, batuan sabak yang berasal dari tanah liat yang tertekan.
 
Adapun batuan metamorf pneumatolitis merupakan batuan yang disusupi unsur lain, bukan suhu ataupun tekanan. Contohnya, batuan turmalin yang berasal dari perpaduan kuarsa dan barium. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Mengenal Siklus Fosfor, Satu-satunya Unsur Kimia yang Tak Ada di Atmosfer
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif