Kampus UGM. Foto: Dok. UGM
Kampus UGM. Foto: Dok. UGM

12 Penyandang Disabilitas Ikuti Seleksi CBT UM UGM

Citra Larasati • 05 Juli 2022 11:46
Jakarta:  Sebanyak 12 orang penyandang disabilitas mengikuti Tes Berbasis Komputer Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada  (CBT-UM UGM) 2022. CBT-UM UGM dilaksanakan 25 Juni sampai 4 Juli 2022. 
 
“Pada CBT-UM UGM kali ini diikuti 40.594 peserta dengan 12 orang di antaranya merupakan penyandang disabilitas,” ungkap Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr. Sri Peni Wastutiningsih, Senin, 4 Juli 2022.
 
Sebanyak 12 penyandang disabilitas yang mengikuti CBT-UM UGM meliputi satu orang penyandang tunanetra, satu orang penyandang tunarungu, satu orang penyandang Tuli, tiga orang penyandang low vision, serta 6 orang penyandang tunadaksa. Peserta ujian disabilitas mengikuti tes pada hari Senin, 4 Juli 2022 dengan 11 orang diantaranya di Kampus UGM Yogyakarta dan 1 orang di Kampus UGM Jakarta. 
 
Peni menjelaskan, peserta ujian penyandang disabilitas difasilitasi pendampingan saat pelaksanaan ujian. Pendampingan dilakukan oleh mahasiswa dari UKM Peduli Difabel.
 
Sebelum hari pelaksanaan ujian para pendamping melakukan koordinasi untuk memetakan kebutuhan peserta ujian terutama akses saat berada di lokasi ujian.  Saat hari pelaksanaan ujian, pendamping bertugas mengarahkan peserta sejak tiba dilokasi hingga masuk ke ruang ujian.
 
Pendampingan juga dilakukan saat ujian, salah satunya bagi penyandang tunanetra.  Di samping fasilitasi pendamping, lanjutnya, UGM juga menyiapkan peralatan dan software khusus yang akan digunakan penyandang tunanetra, di antaranya headset dan program screen reader yang memudahkan peserta penyandang tunanetra memahami soal ujian melalui suara.
 
Aulia Rachmi Kurnia, peserta penyandang tunanetra asal Jakarta, mengatakan dapat menjalani CBT-UM UGM dengan lancar. Ia merasa sangat terbantu dengan berbagai fasilitasi yang disediakan oleh UGM mulai adanya pendamping, penyediaan perangkat khusus saat ujian, hingga lokasi yang aksesibel bagi penyandang disabilitas. 
 
“Saya merasa sangat senang karena UGM kampusnya cukup inklusif, aksesibel bagi penyandang disabilitas termasuk netra dan ditambah dengan adanya pendamping benar-benar sangat membantu,” tuturnya.
 
Meski memiliki keterbatasan fisik, Aulia memiliki semangat dan harapan yang besar dalam menggapai cita. Keterbatasan yang disandangnya tidak menghalanginya untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Buktinya ia memutuskan untuk mengejar ilmu di kota pendidikan Yogyakarta saat SMA.  “Yang penting terus semangat, jangan pernah menganggap diri kita tidak bisa, meski dengan keterbatasan kita bisa kok melakukan apa yang orang-orang normal umumnya lakukan,” tuturnya.
 
Ujian dilakukan di 23 lokasi dengan 100 ruangan yang tersebar di 19 fakultas, sekolah vokasi, perpustakaan, serta Kampus UGM Jakarta.
 
Dari 40.594 peserta, sebanyak 36.135 peserta mengikuti ujian di UGM Yogyakarta dan 6.091 peserta di Kampus UGM Jakarta. Peserta ujian terbagi dalam tiga kelompok yakni kelompok saintek 36.135 peserta, soshum 14.060 peserta, dan kelompok campuran 399 peserta.
 
Baca juga: 7.539 Peserta Ikut Seleksi Mandiri IPB
 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif