Itjen Kemendikbudristek saat menerima kunjungan delegasi Bangladesh. Foto: BKHM Kemendikbudristek
Itjen Kemendikbudristek saat menerima kunjungan delegasi Bangladesh. Foto: BKHM Kemendikbudristek

Kunjungi Itjen Kemendikbudristek, Delegasi Bangladesh Belajar Audit Internal Sektor Publik

Citra Larasati • 16 Mei 2022 13:39
Jakarta:  Sebanyak 11 orang delegasi Kementerian Keuangan Pemerintah Bangladesh melakukan kunjungan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).  Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja resmi mereka di Indonesia.
 
“Merupakan sebuah kehormatan untuk kami menyambut kunjungan kerja yang dilakukan Pemerintah Bangladesh. Kiranya momentum ini kita manfaatkan untuk berbagi pengalaman dan pengetahun terkait Oversight of Education Service Delivery sekaligus lewat pertemuan ini dapat menambah wawasan kita semua” kiata Sekretaris Inspektorat Jenderal, Subiyantoro dalam sambutannya, dikutip dari siaran pers, Senin, 16 Mei 2022.
 
Turut hadir secara luring mengawali sesi diskusi Auditor Madya Inspektorat V, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Ika Istakariana menyampaikan materi tentang “Collaborative Supervision Framework for Transfer to Local Government”. Sebuah contoh kolaborasi dalam hal pembiayaan pendidikan salah satunya yaitu pengawasan transfer dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kementerian Keuangan merancang proses pengawasan bersama dimulai dari perencanaan, pengiriman, aktivitas pembelajaan dan pelaporan dengan tetap mengedepankan prinsip saling menghormati kewenangan masing-masing,” urai Auditor, Ika.
 
Hal tersebut dilakukan salah satunya melalui melalui Nota Kesepahaman Bersama/Memorandum of Understanding. "Pemerintah Indonesia selalu hendak memastikan terpenuhinya komitmen peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui alokasi dana 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” tegas Ika.
 
Senada dengan itu, Auditor Utama Inspektorat IV Itjen Kemendikbudristek, Maralus Panggabean, dalam sesi diskusi menyampaikan struktur dari Itjen Kemendikbudristek, sistem mekanisme pengawasan yang telah dibentuk serta berbagai hal lain yang terkait dengan manajemen pengawasan. “Urgensi Itjen Kemendikbudristek menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam menjalankan fungsi pengawasan intern terhadap semua unit kerja/satuan kerja di bawah Kemendikbudristek adalah untuk meminimalkan risiko penyuapan,” jelas Maralus.
 
Delegasi Pemerintah Bangladesh yang diketuai oleh Additional Secretary and PIT Head, Budget and Expenditure Management, Finance Division, Bangladesh Secretariat, Kabirul Ezdhani Khan memberikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Indonesia kunjungan kerja yang dilakukan.
 
“Kami memilih Indonesia sebagai tujuan kunjungan kerja kami dikarenakan kami mengetahui Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi penduduk terbesar, tentunya memiliki sejarah yang panjang dalam menghadapi tantangan pelayanan publik terutama dalam implementasi Internal Auditing Public Sector,” tegas Kabirul.
 
Baca juga:  Jadi Guru Tamu, Mendikbudristek Masuk Kelas Bersama Desta
 
Oleh sebab itu, kata Kabirul, pihaknya datang ke Indonesia untuk mempelajari pengalaman yang telah dilakukan Pemerintah.  "Mendapatkan pengetahuan dalam mengelola dan mengimplementasikan Auditor Internal Sektor Publik di negara kami,” tutur Kabirul.
 
Pertemuan yang dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut turut dihadiri secara luring oleh pejabat Eselon II, beberapa Auditor Utama, beberapa Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) dan secara daring oleh beberapa Auditor Madya dan Auditor Muda di lingkungan Itjen Kemendikbudristek. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif